Home
 
 
 
 
Salah Transfusi Darah, Perawat Ini Jadi Tahanan Kota

Kamis, 08/12/2016 - 15:34:45 WIB
ZONARIAU.COM - LHOKSEUMAWE - Perawat Rumah Sakit (RS) Arun, Mutia diserahkan ke Kejaksaan Negeri (kejari) oleh Penyidik Tindak Pidana Satreskrim Polres Lhokseumawe, selasa (6/12/2016) sore. Jaksa menetapkan Mutia dari tiga tersangka lainya sebagai tahanan kota, diduga lakukan salah transfusi darah.
 
Kasus dugaan salah transfusi darah terhadap pasien bernama Badriah, asal Desa Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dilaporkan pihak keluarga ke Mapolres Lhokseumawe, 13 Maret 2016. Laporan kesalahan transfusi golongan darah itu terjadi pada 3 Maret 2016. Kesalahan itu dimana golongan darah pasien O tapi transfusi diberikan perawat golongan darah B.
 
Dalam kasus ini polisi menetapkan 3 tersangka yaitu 1 perawat RS Arun dan 2 Petugas UTD PMI Aceh Utara.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe, Mukhlis mengakui pihaknya sudah menerima tersangka Mutia, kini jaksa sedang merampungkan dakwaan untuk proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe. saat ditanya apakah Mutia ditahan, Mukhlis menyatakan tidak karena statusnya tahanan kota
 
"Kita jadikan sebagai tahanan kota atas dasar pertimbangan tersangka tidak mungkin melarikan diri. Disamping itu karena sudah ada jaminan dari manajemen Rumah Sakit Arun dan kuasa hukumnya," kata Mukhlis dikutip dari tribun.
 
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, Rabu (7/12/2016) menyatakan, pelimpahan tersangka dilakukan sebab berkas kasus itu sudah lengkap oleh Jaks. Sedangkan untuk berkas dua tersangka dari UTD PMI Aceh Utara, menurut AKP Yasir, saat ini masih di Polres Lhokseumawe karena membutuhkan keterangan saksi ahli tambahan.
 
"Sebenarnya saksi ahli dari Dinas Kesehatan Aceh Utara sudah kita mintai keterangan pada Senin lalu. Tapi tidak bisa selesai satu hari. Makanya sedang kami jadwalkan untuk pemeriksaan lanjutan," kata AKP Yasir, didampingi Kanit Tipiter Ipda Boestani SH MH.(Faktariau.com/DLA)
Home