Indahnya alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa di kabupaten Pelalaan menjadi daya tarik yang sungguh mempesona. "> Indahnya alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa di kabupaten Pelalaan menjadi daya tarik yang sungguh mempesona. " />
Home
 
 
 
 
Advertorial Pemkab Pelalawan
Pelalawan Exotis Dengan Aset Wisata Yang Spetakuler

Kamis, 08/12/2016 - 00:00:00 WIB
Zonariau.com - Pelalawan - Indahnya alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa di kabupaten Pelalawan menjadi daya tarik yang sungguh mempesona. Pelalawan layak bersyukur dan berbangga hati karena Potensi alam yang terletak di teritorial kabupaten Pelalawan sungguh amat dahsyat.

Mengingat Keajaiban Alam yang amat spetakuler tersebut tidak salah lagi kalau Pelalawan menjadi daerah yang exotis. 

Beberapa potensi alam yang punya nilai ekonomis tersebut yanglayak menjadi andalan kepariwisataan Pelalawan antara lain :

1.Ombak Bono , Hantu yang kini tidak ditakuti namun digemari.
Pada beberapa tahun yang lalu, Ombak Bono menjadi musibah bagi masyarakat yang kebetulan berada di atas sampan atau pun perahu motor ketika Bono melintas.

Ombak Bono adalah gelombang besar  hilir  di sungai Kampar yang menjadi  fenomena alam luar biasa.

Sungai umumnya memiliki riak atau gelombang kecil, namun di hilir Sungai Kampar, wilayah semenanjung Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, ombak sungai air tawar itu dapat mencapai ketinggian lima meter.

Dahulu kala pada era nenek moyang suku yang bermukim di tepian semenanjung Kampar, gelombang yang disebut dengan "bono" itu merupakan pemandangan mengerikan dan ditakuti.

Maklum saat itu belum ada penjelasan ilmiah sementara berbagai cerita seram dan bencana kerap dikisahkan secara turun temurun oleh orang-orang tua kepada anak dan cucu.

Mitos yang bertahan sampai kini adalah, ombak bono digambarkan sebagai tujuh hantu. Hantu itu berupa ombak tujuh lapis. Ombak besar berada di depan yang diikuti oleh enam ombak kecil di belakangnya.

Ombak bono dapat mencapai ketinggian enam sampai tujuh meter terutama pada bulan-bulan basah di akhir tahun. 

Dulu, hampir setiap tahun hantu bono meminta korban jiwa.

Bencana terbesar terjadi pada 13 Maret 2005. Sebanyak 13 orang meninggal dunia saat Kapal Motor Tuakal Ekspres yang membawa 74 penumpang terbalik dihantam bono setinggi lima meter.

Sejak tragedi itu, keangkeran bono semakin ditakuti warga. Namun belakangan, kisah seram itu mulai berganti wujud.

Menurut Yul Akhyar, Kepala Seksi Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Riau, pada tahun 2009, bono mulai dieksplorasi oleh Dinas Pariwisata Kampar. 


Tahun 2010 bono mencuat di kalangan surfer tatkala perusahaan olahraga Rip Curl dan perusahaan rokok melakukan ekspedisi selancar bono.

Foto dan video bono semakin menarik perhatian. Pada 2011, Kementerian Pariwisata mulai ikut mempromosikan bono sebagai salah satu objek wisata khusus di Indonesia.

Secara ilmiah, bono dapat dijelaskan dengan gamblang berdasarkan teori fisika dasar. Bono adalah pertemuan arus pasang dari laut dengan air surut Sungai Kampar yang memiliki karakteristik alami spesifik di bagian muaranya.

Di muara Sungai Kampar terdapat Pulau Mendol sehingga membentuk selat dan membuat aliran bercabang seperti huruf Y.

Pada saat laut pasang pada bulan-bulan tertentu, terutama pada saat bulan purnama, air pasang masuk dari percabangan selat Mendol dan bertemu dengan arus surut Sungai Kampar.

Semakin besar debit air sungai bertemu arus pasang laut, bono yang ditimbulkannya semakin besar. Bono terjadi dua kali sehari sesuai dengan jadwal pasang laut.

Pernyataan Jantan bahwa setelah pembangunan waduk PLTA Koto Panjang tahun 1997, membuat bono semakin mengecil memang benar adanya.

Dahulu seluruh debit air langsung mengalir ke laut. Debit air surut yang membuncah bertemu pasang besar, membuat bono semakin menjulang.

Sekarang ini, air yang mengalir dikendalikan oleh pengelola waduk PLTA Koto Panjang. Air yang dilepas dari waduk bersifat normal. 

Pemandangan ombak saat bono datang. Ketinggian ombak bervariasi dari dua sampai empat meter. Semakin mendekati sumber pasang di laut, bono semakin besar dan berbahaya.
Namun sesekali waktu, di musim penghujan, waduk pasti kelebihan air sehingga pengelola PLTA melepas debit dalam jumlah besar. Arus Sungai Kampar akan membesar dan menimbulkan banjir di sepanjang aliran. Pada saat itu, bono yang terbentuk akan semakin membesar.

Ombak bono berbeda dengan ombak laut yang langsung terhempas di pantai. Adapun bono akan mengalir semakin ke hulu.

Panjangnya dapat mencapai 30 kilometer tanpa putus. Di dekat sumber pasang laut, bono dapat mencapai ketinggian lima meter dan semakin berkurang di pedalaman sungai.

Ombak tanpa putus itulah yang menarik untuk ditunggangi para peselancar dunia. Peselancar Inggris Steve King serta James Cotton, Roger Gamble dan Zig Van Der Sluys (ketiganya asal Australia) adalah empat atlet yang menorehkan rekor dunia berselancar terpanjang di "bono" Sungai Kampar.

Foto Sefianus Zai.
Para wisatawan bersukacita diatas Ombak Bono

Sejak masuknya para peselancar asing datang ke semenanjung Kampar dan terlihat bersenang-senang di atas tujuh hantu, kisah seram bono mulai menipis.

Di tangan para atlet profesional itu, hantu bono tidak pernah terlihat lagi. Bahkan para "bule" itu dengan gagah berdiri menunggang bono sambil tertawa. Mereka berhasil mengusir hantu bono.

Peselancar asing pun mengajari penduduk lokal untuk menikmati bono. Tidak heran, kini disetiap kemunculan bono, lebih dari 30-an pemuda lokal menunggu di tengah sungai dengan papan selancar buatan pabrik atau papan seadanya siap berselancar di areal dekat desa.

Jumlah itu semakin membesar karena pada tahun 2013, saat KompasTravel meliput bono, peselancar lokal yang ada baru mencapai belasan orang.

Kini kisah tujuh hantu bono tidak lagi ditakuti. Semua orang dapat bersenang-senang dengan bono. Sebaliknya, yang ditakuti oleh wisatawan atau pendatang untuk menikmati fenomena bono adalah kondisi jalan yang buruk menuju lokasi.

Semoga saja apa yang disampaikan Zulkifli dapat terwujud. Mitos tujuh hantu maupun anekdot 1.000 hantu, tidak lagi menakuti para peselancar atau wisatawan penikmat fenomena alam luar biasa itu.

Objek wisata Bono atau lebih dikenal sebagai ombak Bono merupakan objek wisata unggulan Riau bahkan Indonesia. Wisata alam Bono Riau ini telah terbukti mencuri perhatian turis asing, dengan banyaknya turis yang ingin berselancar setiap tahunnya.

2. Taman Nasional Tesso Nilo
Objek wisata kedua yang bisa dikunjungi di Pelalawan adalah objek wisata Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), yang memiliki banyak hewan hewan langka. Di sini, Anda bisa menemukan pengalaman wisata yang menarik. 
Foto Sefianus Zai.
Taman nasional Tesso Nilo

3. Tugu Equator
Tugu Equator adalah salah satu tempat yang menarik dikunjungi di Pelalawan. Terletak di Dusun Tua, di pinggir jalan lintas Timur Sumatera, sekira 56 Km dari Pangkalankerinci, Ibu Kota Pelalawan.
Foto Sefianus Zai.
Tugu Equator 

4. Makam Sultan Mahmud Syah
Tempat wisata menarik lainnya di Pelalawan yang bisa dikunjungi adalah Makam Sultan Mahmudsyah. Dia merupakan Sultan Malaka yang ke-8 dan terakhir (1488-1511), setelah Malaka diserbu kolonial Portugis dan berhasil mendudukinya.

Foto Sefianus Zai.
Makam Sultan Mahmud Syah

Nah itulah dia beberapa tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di pelalawan. Membuat  Wisatawan yang pernah berkunjung menjadi ketagihan . Jika ingin menikmati exotisnya Pelalawan maka  datanglah  ke Pelalawan jarak dari Kota Pekanbaru tidak terlalu jauh, hanya sekira 1,5 jam untuk perjalanan darat.( Adv)***


Home