Home
 
 
 
 
Kasatker P2JN Provinsi Riau Akan Turunkan Penelitian Jalan Nasional Bermasalah.

Sabtu, 17/06/2017 - 09:54:50 WIB
PEKANBARU - Menikmati jalan yang bagus untuk pembangunan jalan ruas Nasional dan antar Kabupaten yang ada diwilayah Provinsi Riau perlu pembiayaan yang mahal serta anggaran penmbangunannya yang begitu tinggi.

Hal ini disampaikan Kasatker Perencanaan Darmawi ST jum'at 15/6/2017 diruangannya jalan Soekano Hata. " Jalan yang rusak berat itu yang paling utama, karena salah satu
lokomotif pertumbuhan ekonomi untuk mendukung percepatan angkutan jasa dan barang sampai tujuan," ujarnya Darmawi.

Darmawi selaku Kasatker Perencanaan di P2JN Provinsi Riau Tahun 2016/2017 menyampaikan, Akses Pelabuhan Tanjung Buton tahun 2018-2019 harus tuntas. Kita merencanakan penyelesaian akses infranstruktur shart cut kepelabuhan Tanjung Buton hingga akhir Tahun 2019," paparnya Darmawi.

Tak hanya itu, Darmawi juga menargetkan dalam perencanaan peningkatan jalan dan pembangunan Siak Indapura-Mengkapan Buton juga dituntaskan penanganan peningkatan jalan yang rusak berat.

"Akses pembangunan ini diselesaikan untuk memperpendek tujuan akses jasa dan barang tujuan ke Dumai," terangnya.

Darmawi menjelaskan, untuk Akses Bagan Jaya - Kuala Enok perlu penelitian lebih lanjut. Kasatker yang juga mantan PPK diwilayah I ini menyebutkan Timnya akan menurunkan tim lengkap dari Pusjatan dan tim ahli Universitas untuk penelitian tanah yang bermasalah dan jembatan yang mengalai penurunan.

Selain Akses pelabuhan Kuala Enok Inhil, ruas jalan Sei Akar - Bgan Jaya akan diselesaikan greading karena ruas jalannya rusak berat terangnya Darmawi percaya diri.

Kasatker berdarah palembang ini juga menyebutkan dalam perencanaannya akses penyelesaian short cut ke Pelabuhan Lubuk Gaung di perkirakan baru tuntas hungga 2023.

Menurut Darmawi, keterlambatan pembangunan daerah ke Pelabuhan Lubuk Gaung tersebut karena butuh penelitian serius dan anggaran biaya pembangunannya yang sangat besar. (Zai)
Home