Home
 
 
 
 
Program Cetak Sawah di Meranti Gagal, Jaka Salahkan Petani

Rabu, 05/07/2017 - 12:46:13 WIB
MERANTI- Lahan cetak sawah yang merupakan Program pemerintah Pusat yang dikelola di Kabupaten Kepulauan Meranti gagal. Terindikasi adanya dugaan penyelewangan terhadap dana APBN buat program ini.

Cetak Sawah merupakan program yang dilaksanakan kepulauan Meranti pada tahun 2013-2016 yang berjumlah sebanyak 1400 Hektar lahan yang dipergunakan, tetapi tidak berjalan secara maksimal.

Banyak dugaan penyelewengan dana yang berada Program cetak sawah ini. Cetak sawah ini mempergunakan dana APBN melalui program bansos diduga banyak penyelewengan, hal ini terlihat dari banyak kejanggalan-kejanggalan yang ada.

Ada beberapa desa di kepulauan Meranti mengalami kegagalan program Cetak Sawah,diantaranya Desa Mayang Sari Kecamatan Merbau dan Desa Renak Dungun Kecamatan pulau Merbau.

“Kegagalan cetak sawah tersebut disebabkan oleh petani, “tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Meranti, Jaka Insita kepada awak media, Senin (03/07)

Selain itu Jaka menjelaskan bahwa sejak tahun 2013 Pemerintah Kepualauan Meranti menerima dana bansos dibidang pertanian bersumber dari Dana APBN , secara teknis Pelaksanaan cetak sawah diawasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Riau. Sifatnya membantu kelompok tani dalam hal menyusun rencana kerja.

Di tempat yang sama Kabid Ketahanan Pangan dan Pertanian, Syafril menyebutkan Untuk bantuan cetak sawah pada tahun 2013 seluas 350 hektar menyebar di enam Kecamatan Kepulauan Meranti, dengan pembagian 50 Hektar disetiap kecamatan.

Syafril mengatakan bahwa dari 350 Hektar cetak sawah tersebut banyak yang berhasil. Hasil panen satu Hektar sawah bisa mencapai 3,5 Ton, namun ada beberapa daerah yang gagal tanam dan Panem, itu diakibatkan dengan faktor alam.

Saat hendak wartawan menanyakan soal kegiatan cetak sawah pada tahun 2014, Jaka mengalihkan dengan cara menyampaikan bahwa program cetak sawah yang dilaksanakan tahun 2016 dengan luas 940 Hektar yang tersebar di 15 Desa. Dengan catatan pembagian besarannya ditentukan oleh kesiapan lahan yg tersedia atau diusulkan oleh Kelompok Tani itu sendiri.

Selaku Kepala Dinas, Jaka berdalih bahwa adanya dugaan penyalahgunaan anggaran APBN tersebut. Gagalnya cetak sawah ini disebabkan oleh faktor alam dan petani yang kurang profesional serta tidak memiliki semangat bekwrja yang baik.

“Saya sangat beroptimis kedepan program cetak sawah di Meranti akan lebih baik dan poktan harus betul – betul kerja profesional, jangan bohong- bohongan soal data dan melakukan pekerjaan secara baik tidak abal-abal,” tutup Jaka.

Kabarpolisi.com
Home