Home
 
 
 
 
Ketua HmI Cab. Tembilahan Angkat Bicara Terkait Festival Hari kelapa Internasional Di Inhil

Rabu, 06/09/2017 - 01:17:50 WIB
INHIL- Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebuah Kabupaten yang terletak di Provinsi Riau yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. 
Melihat fakta di lapangan yang bekerja di perusahaan-perusahaan asing sebagian besar di tempati oleh pemuda pemudi asli indragiri hilir. 

Tetapi fenomena yang terjadi sangat bertolak belakang, ini terbukti pemerintah Daerah belum mempunyai wadah untuk mengelola Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Hal ini dikatakan Rahmat Hidayat Ketua Umum HmI Cabang tembilahan sesuai rilis yang diterima redaksi zonariau.com, Rabu 6/9/17.

Menurutnya, Seharusnya saat ini Inhil sudah memiliki satu wadah yang bisa mengelola Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia nya, dalam hal ini adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola perkelapaan.

Selain itu, berbicara tentang Kebun Kelapa identik dengan nama Indragiri Hilir, kenapa identik? karena Indragiri Hilir adalah sentra kebun Kelapa paling luas di Indonesia, menjadi sebutan hamparan kebun kelapa terluas dunia  sering di agung agungkan oleh orang Nomor satu di kota negeri seribu parit yang mana dalam waktu dekat ini akan mengadakan perhelatan besar yakni festival Hari kelapa internasional untuk memprosmosikan perkebunan kelapa di inhil dalam kancah international, ujarnya.

Lanjutnya, Berdasarkan data yang dirilis oleh Panitia Penyelenggara Pameran, tercatat ada 43 pelaku bisnis yang akan berpartisipasi dalam pameran Festival Kelapa Internasional pada 9 sampai 11 September 2017 nanti, baik yang berasal dari daerah Kabupaten Inhil maupun yang berasal dari luar daerah. 

Melihat fenomena yang terjadi muncul pertanyaan, Adakah korelasi antara Festival Hari Kelapa Internasional dengan kesejahteraan masyarakat? Pungkas Ketua Umum Hmi cabang tembilahan itu.

Rahmat pun berharap agar kegiatan festival kelapa internasional yang diselenggarakan tersebut mampu membawa  dampak positif untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Inhil khususnya.

Kita sangat berharap semoga output dari perhelatan besar ini menghasilkan keuntungan untuk masyarakat inhil yaitu Meningkatnya harga kelapa itu sendiri dari turunnya 40% dalam bulan agustus lalu kedepannya harga kelapa naik menjadi 60 % bisa meningkatkan kesejahteraan masyarkat inhil di berbagai sektor terutama sektor perekonomian dan pendidikan  karena Rata Rata mahasiswa di Inhil anak Petani kelapa. 

Bukan malah sebaliknya kerugian dari investor yang didapat, yaitu percemaran lingkungan oleh perusahaan di inhil yang menimbulkan pencemaran, baik pencemaran air, udara bahkan pencemaran air laut yang dapat menyebabkan rusaknya kebun kelapa masyarakat, tuturnya.

Masih dalam penuturan Rahmat, Perubahan fungsi lahan yaitu adanya perusahaan asing di Indragiri hilir dapat menimbulkan perubahan fungsi lahan. Misalnya yang seharusnya untuk lahan pertanian tetapi fungsinya akan beralih menjadi pabrik tempat perusahaan itu berdiri. 

Jangan sampai acara Hari Festival Kelapa International hanya acara seremonial membuang buang anggaran daerah yang jumlahnya sangat besar dalam perehalatan itu. karena sumber dana itu dari rakyat, rakyat yang mana yaitu rakyat inhil itu sendiri terutama rakyat petani kelapa, pinta Rahmat Hidayat.

Rilis: R.H
Editor: Bung Alvin
Home