Home
 
 
 
 
Dinas PU Nias Utara Diminta Audit Pembangunan Jaringan Irigasi Di Kecamatan Afulu

Rabu, 20/09/2017 - 21:47:44 WIB
Nias Utara- Pembangunan pengelolaan jaringan irigasi Rawa, atau jaringan perairan pada Dinas Pekerjaan Umum PU Kabupaten Nias Utara Tahun Anggaran 2016 yang Bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK IPD) senilai Rp. 3.200.000.000 (tiga milyar Dua ratus juta rupiah) yang di alokasikan di SIRARA desa Lauru I Kecamatan afulu Kabupaten Nias Utara patut diduga progres pengerjaannya.

Menurut hasil Invesitigasi NCW Meifermanto Gea pada tanggal 18/09/2017 di lokasi yang dianggap telah selesai di kerjakan oleh rekanan pada tahun 2016 lalu namun hasilnnya atau kualitas pembangunannya tidak bertahan lama akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait sehingga rekanan bekerja dengan sesuka hatinya untuk meraih keutungan lebih besar, dan diduga bangunan itu tidak bermanfaat bagi masyarakat.

"Setelah di teliti sepanjang bangunan tersebut  bahwa terlihat belum di lakukan penggalian pondasi dasar pada parit sehingga belum sampai 1 tahun pembangunan parit tersebut Ambruk atau rusak" ujar Meifermanto Gea Saat dikonfirmasi dilotu 19/09/2017

Tambahnya, kuat dugaan pada permbandingan semen dengan pasir tidak sesuai dengan Juknis kemudian pasir yang di gunakan di duga adalah pasir laut dengan pasangan batu sehingga menimbulkan kualitas pembangunannya tidak bertahan lama.

Ketika pihak Meifermanto Gea mengkonfirmasi Rekanan berinisial MZ beliau hanya mengatakan bahwa pembangunan itu dari dinas PU MZ langsung buru buru pulang ke rumah, selanjutnya Meifermanto Gea mencoba melakukan investigasi lebihlanjut dengan konfirmasi melalui Chattingan di Mesegger Online MZ tidak membalasnya, ujar meifermanto Gea.

Ke esokkan harinya tepat pada selasa 19/09/2017 beberapa kru media melakukan konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen PPK Atas nama Murni Panjaitan ST yang sehari hariya bertugas di kantor Dinas PU Nias Utara (PNS) dimana selama ini di ketahui bahwa dia yang membidangi program pembangunan jaringan irigasi, Namun setelah di pertanyakan terkait pembangunan di maksud dianya tidak banyak berkomentar hanya mengatakan maaf pak saya buru buru  pulang, ujar Mei meniru perkataan murni panjaitan.

Lalu beberapa Cruw media meminta izin waktu PPKnya  lima menit saja guna memperoleh informasi yang jelas dari PPK dan mencoba mempertanyakan  siapa PPK dan perusahaannya apa, dan anggarannya berapa dan apakah sudah di bayarkan kepada rekanan? 

Lalu dari Murni panjaitan menjawab bahwa PPKnya adalah dia (Murni panjaitan) sendiri, dan perusahaan saya lupa pak, dan anggarannya saya lupa pak, cuman yang di bayarkan kepada rekanan masih 95 % dari jumlah pagu dana "jelasnya.

Meifermanto Gea selaku investigasi NCW (Nias Corruption Watch) terkait pembanguan di maksud ianya sangat penasaran dengan mengatakan  bahwa kenapa Pihak Dinas terkait (Dinas PU) nias utara tidak melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan tersebut dan buktinya tidak ditemukan kerugian negara pada hal pembanguan telah rusak total.

Mei meminta Kepada Kadis PU Nias Utara untuk segera mengaudit pembangunan tersebut dan anggaran yang  tiga milyaran lebih itu sangat tidak masuk akal dan kuat dugaan adanya kerja sama antara rekanan dengan PPK untuk melakukan Mark-Up pada pembangunan itu.

Meifermanto Gea menambahkan bila hal ini tidak ada tanggapan dari pihak penegak hukum berarti sengaja membiarkan keuangan negara di jadikan lahan Korupsi tegasnya. 
(Tim/Irwan)
Home