Home
 
 
 
 
Richo Priandi: Mari Lestarikan Budaya Melayu Dengan Memakai Tanjak

Senin, 16/10/2017 - 17:47:19 WIB
INHIL- Pemuda pecinta budaya melayu riau, Richo Priadi S.Kom saat ini sangat bersemangat membangkitkan kembali budaya melayu khususnya dikabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Baru-baru ini, Richo pemuda asal kecamatan kemuning tersebut menekuni pekerjaan sebagai pengrajin tanjak melayu. Tanjak yang dijual berfariasi mulai dari harga 50 ribu untuk anak-anak dan dewasa dibadrol dengan harga 100 ribu sampai 350 ribu tergantung bahan dan bentuk yang diinginkan sipemakai. 

Harga sedemikian diobral dengan harga yang terjangkau dan bersahabat bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas dan untuk mempopulerkan tanjak bagi kalangan muda khususnya di kabupaten Indragiri hilir agar lebih mencintai kebudayaan asli negri lancang kuning.

Sejauh ini, Richo mengatakan sudah banyak peminat yang memesan tanjak baik dari kabupaten indragiri hilir maupun dari luar daerah kabupaten. 

Hal ini pun didukung oleh anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Muamar Armain dengan memesan puluhan tanjak. Ketika diminta tanggapannya, Muamar mengapresiasi dengan bangga bahwasanya ada putra daerah yang kreatif dan memiliki semangat untuk melestarikan budaya melayu salah satunya dengan membuat tanjak.

Dan menariknya, bagi peminat yang ingin memesan tanjak melayu tersebut pun tidak lagi kesulitan, bisa di order via online dengan mengikuti akun instagram @richo_tanjakmelayu atau via Whatsapp (Wa) dengan nomor 082135619529.

Richo mengajak para pemuda dan masyarakat pada umumnya untuk melestarikan budaya melayu dibumi lancang kuning, khususnya di kabupaten indragiri hilir salah satunya dengan memakai tanjak, karna tanjak merupakan simbol kewibawaan bagi masyarakat melayu. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk bisa dipakai bagi siapapun yang berminat.

Tanjak pun bisa dipakai pada acara hari-hari besar, acara adat melayu, saat kekantor, pada pesta pernikahan saat lebaran dan juga dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari.

Richo Priandi pun menorehkan harapan adanya dukungan dari pemerintah untuk melestarikan budaya melayu di negeri lancang kuning ini, salah satunya dengan dibuatkan perda sabagaimana yang telah diterapkan kabupaten lain. (Tim/Alvin)
Home