Home
 
 
 
 
Yusadar Waruwu, S.Pd Juara I Terbaik Mahasiswa ABN NasDem Angkatan Ke I

Jumat, 17/11/2017 - 19:54:24 WIB
JAKARTA - Sejumlah 443 Mabasiswa Akademi Bela Negara (ABN) NasDem Angkatan I, dikukuhkan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Pengukuhan ini dilakukan bertepatan pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun Partai NasDem yang ke - 6 dan Rakernas Partai NasDem yang ke 4 di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat (17/11).

Pada pengukuhan tersebut, Surya Paloh mengenakan medali kepada sepuluh Mahasiswa terbaik ABN Angkatan I tahun 2017. Salah satunya adalah Yusadar Waruwu, S.Pd Mahasiswa Akademi Bela Negara (ABN) NasDem yang mendapatkan penghargaan sebagai nomor urut satu.

Yusadar Waruwu merupakan mahasiswa ABN dari Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara. Ia juga mejabat sebagai Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Somolo-Molo Kabupaten Nias.

Bagi Yusadar, perubahan itu harus dimulai dari pendidikan dan politik. Dari pendidikan akan dibentuk menjadi pribadi yang berbeda dari kehidupan atau pola pikir yang sebelumnya menjadi lebih baik dan melalui panggung politik seseorang dapat memberikan pengaruh pada kebijakan yang mengarah pada perubahan.

Tentu kesempatan emas baginya untuk memulai memproses dirinya untuk mengawali langkah mewujudkan perubahan itu. Ketika Partai NasDem mendirikan Sebuah lembaga akademi pendidikan politik (ABN) yang terletak di Jln Pancoran Timur II Jakarta Selatan, Yusadar memilih harus ikut mengambil bagian untuk memulai perubahan itu.

Setiap pilihan menuntut harus mengikhlaskan pilihan lain nya. Yusadar Waruwu yang baru saja menyelesaikan Meja Hijau di IKIP Gunungsitoli pada bulan Januari yang lalu, seharusnya di wisuda pada akhir bulan Juli kemarin. 

Tapi ia harus memilih melepaskan moment wisuda itu dan tetap memilih ikut pendidikan di Akademi Bela Negara NasDem. Yusadar Waruwu sudah berada di ABN sejak tanggal 1 Juli 2017. Sebagai anak pertama dikeluarga, dan satu-satu nya yang sudah duduk dan menyelesaikan pendidikan dibangku kuliah, tentu menjadi kebanggaan bagi orangtua dan keluarga jika bisa bersama-sama merayakan momen wisuda tersebut.

Tapi ia telah berani melepaskan moment itu, kebahagiaan dan kebanggan pribadi dan keluarga dia simpan. Ia melihat bahwa kebahagiaan banyak orang lebih membanggakan dirinya jika mampu melakukan perubahan itu di masyarakat.

Motivasi besarnya harus tetap memilih melanjutkan pendidikan di ABN tanpa menunggu wisuda di IKIP Gunungsitoli adalah bagaimana perubahan dapat dirasakan oleh masyarakat di daerahnya sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati kehidupan yang pantas layak nya masyarakat yang sudah merdeka. Bebas dari kemiskinan dan penderitaan, serta lepas dari identitas sebagai kawasan atau daerah terisolir, miskin, atau kampung gelap tanpa listrik dan bebas dari keterbatasan infranstruktur yang layak dan mumpuni.

Di ABN motivasi itu semakin besar dan semakin dikuatkan dengan ideologi Bapak Restorasi yaitu Surya Paloh yang selalu menegaskan bahwa Perubahan itu adalah harga mati.

Perubahan yang memperbaiki, memulihkan dan mengembalikan nilai atau pun sistem yang telah rusak atau bahkan hilang selama ini. Perubahan yang memberikan penguatan terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan perubahan tatanan berdemokrasi yang sudah tidak lagi berada di jalan demokrasi yang sesungguhnya. Dengan demikian, harapan dan impian para pendiri bangsa ini dapat terwujud di bumi Indonesia.

Untuk mencapai perubahan itu sebagaimana dicita-citakan oleh Partai NasDem, kekuasaan absolut harus dipegang oleh partai NasDem. Terlebih-lebih sesaat lagi seluruh masyarakat Indonesia kembali akan merayakan pesta demokrasi mulai dari Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018, Pemilihan Presiden dan wakil presiden serta Pemilah Legislatif yang akan dilaksanakan serentak pada tahun 2019. 

Yusadar berharap Partai NasDem dapat merebut kemenangan kompetisi tersebut supaya misi Restorasi Indonesia dapat diwujudkan dan membawakan hasil yang maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

(Tim/Alv)
Home