Home
 
 
 
 
Sekuriti Yang Menghalangi, Mengancam Wartawan di PUPR Riau Kerab Bentrok Dengan Tamu dan Pegawai

Rabu, 07/02/2018 - 12:55:42 WIB
PEKANBARU - Mencari keseimbangan berita terkait rusaknya jalan simpang maredan menuju perawang siak yang ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau Selasa 5/2/2018 di halangi, diusir dan diancam oleh oknum sekuriti yang bernama Ronal.

Sebelumnya sudah banyak informasi masuk keredaksi zonariau.com terkait sejumlah ruas jalan dibawah naungan dinas PUPR Riau yang mengalami rusak berat, untuk memastikan informasi itu tim redaksi zonariau.com turun langsung mengecek salah satu di wilayah kabupaten Siak pada hari Sabtu 3/2/2018 lalu.

Menindaklanjuti hasil investigasi lapangan, tim zonariau.com mendapat sejumlah informasi dari masyarakat bahwa penyebab salah satu jalannya rusak adalah kelebihan tonase kendaraan yang lalu-lalang diatas jalan raya.

Menurut hasil investigasi, sejumlah lokasi jalan dari Jembatan Perawang Siak menuju simpang Maredan ratusan titik lubang kerusakan yang telah rusak parah.

Akibat kerusakan tersebut, salah satu truk yang bermuatan sawit yang di kemudikan Dedi Turnip terpuruk ditengah lobang yang telah menanti korbannya.

Mobil truk dengan pelat pelat Polisi BM 9339 TE mengambil muatannya di daerah Minas menuju simpang beringin ke PT LECO. Dedi Turnip mengaku terperosok ban mobilnya karena posisi jalan yang dilaluinya sudah hampir semua rusak parah, untuk memilih altenatif lewat sulit ditebak karena kondisi jalan sudah rusak parah dan lubangnya juga dalam-dalam.

Niat baik wartawan zonariau.com untuk mencari keseimbangan berita terkait penyebab rusak jalan tersebut ke dinas PUPR Riau malah menuai sikap arogansi salah satu oknum
sekuriti PUPR Riau yang selalu menjaga ketat lantai 3 khusunya ruangan kepala binamarga Yunan ST MT.

Salah satu pegawai yang berada di lantai tiga yang tak mau dipublikasikan namanya mengatakan, bahwa sikap arogansi oknum sekuriti yang bernama Ronal tersebut kerap sekali bentrok dengan tamu yang berkunjung.

" Minggu lalu juga sekuriti yang baru itu (Ronal-red) ribut dengan salah satu kontraktor." ujarnya salah satu pegawai yang tak mau dipublikasikan namanya di media.

Tak hanya itu, informasi dari teman sekuriti yang namanya Ronal kerap kali adu mulut dengan pihak pegawai. " Minggu lalu hampir saja adu fisik sama pak Tirman pegawai disini, nggk hanya abang saja tu," tuturnya salah sekuriti yang sudah lama tugas di dinas PUPR Riau mulai di jalan Riau.

Senada juga diucapkan salah satu penjual makanan di lantai dasar gedung 8 lantau itu." Yang tinggi-tinggi tu, ah...bukan hanya bapak yang dibuat begitu, banyak wartawan dan LSM yang hampir kelahi sama sekuriti yang satu itu." tuturnya ibu pemilik warung.

Beda halnya dengan Edi salah satu sekuriti yang di telp Ronal," He..he...ya saya yang diteleponya, nggak usah digubris, kerja profesional ajalah," ujarnya Edi sambil berlalu.

Ketika wartawan zonariau hendak mau konfiramsi kepada Kabid PUPR Riau begini respon seorang sekuritnya, " Ngapa-ngapa...!!, Kabid tak ada. Kalaupun ada kau tak boleh masuk," Ujarnya Ronal melarang wartawan ketemu dengan kepala binamarga dinas pu tersebut.
Tak hanya itu, Ronal malah naik pitam yang tak tentu arah. Usai itu malah mengajak wartawan untuk berduel dan mengusir dengan kasar.

" Kau pergi dari sini.!! Atau kau di tampeleng oleh Edi...Cepat...cepat keluar...".sambil megang hp menelpon seseorang.

Mendengar suara Oknum sekuriti ini yang besar dan kasar, staf sekretaris Alisubagyo sempat menegur dan nanya masalah apa, namun tak digubrisnya.

Sikap arogansi oknum sekuriti ini tak sepantasnya dilakukan bila memahami UU PERS Tahun 1999, karena apa yang dilakukannya telah melaggar aturan dan ketentuan UU, dan dapat menimbulkan ketidak sejalannya media dan dinas bersangkutan.

Untuk diketahui, dalam Undang-undang No.40 tahun 1999 tentang Pers (UU 40/1999) Pasal 18 ayat 1  mengatur tentang ancaman pidana yaitu setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan (3) dipidana dengan penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah).

Sementara dalam Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kemerdekaan Pers mempunyai hak untuk mencari, memperoleh menyebarluaskan gagasan dan informasi. (Zai)
Home