Home
 
 
 
 
LAMR Puji Pelestarian Budaya Melayu di Kabupaten Siak

Kamis, 08/02/2018 - 14:09:47 WIB
SIAK - Dalam acara temu ramah seluruh pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) se Provinsi Riau di Balai Rung Datuk Empat Suku, Video Profil Kabupaten Siak menjadi pembuka di acara tersebut. Komplit terkemas dalam video pemaparan sejumlah objek wisata di Kabupaten Siak.

Seperti diantaranya jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Istana Siak, Tepian Sungai Jantan, Danau Naga Sakti dan lain sebagainya. Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau, Al Azhar mengatakan Kabupaten Siak alami capaian luar biasa dalam pelestarian budaya.

"Kami harus nyatakan, bukan karena berada di siak sri indrapura dan bukan karena berada di depan Datuk Setia Amanah, kami LAMR harus mengatakan bahwa siak mengalami pencapaian pencapaian yang luar biasa dalam persoalan pelestarian budaya, ketunakan mengurus dan menempatkan kebudayaan melayu sebagai jantung dari denyut dinamika kabupaten ini. Kita berharap ini menular ke kab/kota yang lain"sebut Al Azhar, Rabu (7/2/18).

Lanjut Azhar menyebutkan berbagai LSM lingkungan baik lokal maupun nasional mengatakan Syamsuar merupakan pemimpin yang nyaman untuk berdialog terkait lingkungan di Kabupaten Siak.



"Banyak pejabat pemerintah yang merasa alergi dengan JIKALAHARI, WWF, WALHI, NGO, tapi dari mereka saya mendengar bahwa kalau berdialog dengan syamsuar mereka merasa nyaman dan tidak terkesan bahwa mereka dianggap sebagai ancaman atau penghalang dalam rangka program pelestarian lingkungan"ujarnya.

Siak adalah kabupaten yang paling depan, kata Azhar, dalam urusan mengelola kabupatennya dengan menjaga keseimbangan ekologis, jadi hutan tanah seperti dikembalikan ke fungsinya semula yang pertama tama sebagai simbol marwah negeri. Bahwa malanglah sebuah negeri kalau tak bisa menunjukkan mana hutan tanahnya.

Masih kata Azhar, yang kedua sebagai sumber dinamika budaya alam terkembang jadi guru. Jadi kalau kita menggunakan pantun dengan sampiran dari bermacam flora kita seperti kayu putat atau nama nama kayu yang aneh maka di siak masih dapat di konfirmasi sedangkan di tempat lain kebanyakan sudah punah ranah.

"Sehingga wajar kalau kawan kawan dari LSM lingkungan merasa siak ramah kepada mereka dan upaya mereka melestarikan lingkungan, tahniah untuk kabupaten siak di lingkungan itu. Banyak sudah prestasi kabupaten siak yang kita tengok di media tapi jarang sekali yang menyebutkan 2 hal itu, bagaimana kebudayaan di tempatkan sedemikian rupa di alas yang terhormat dalam dinamika pembangunan disini dan bagiamana pembangunan di siak ini menjaga keseimbangan ekologis"ungkapnya.



Dalam kesempatan yang sama, Bupati Siak H Syamsuar menyebutkan Pemkab Siak membuat grand design untuk melestarikan budaya melayu Riau dengan melakukan konsultasi kepada Menteri Pendidikan melalui Bidang Kebudayaan.

"Dari itulah kami punya pedoman untuk melestarikan budaya melayu, produk-produk melayu seperti tanjak yang kami bangkitkan kembali hingga menjadi perhatian banyak masyarakat melayu, cagar budaya serta adat istiadat melayu Riau," kata Datuk Sri Setia Amanah.

Selanjutnya Syamsuar menyebutkan di Siak ada Perda tentang pembangunan dan pelestarian kebudayaan Melayu, sehingga dalam kegiatan Pemkab Siak ada arah atau panduan untuk melestarikan nilai-nilai budaya Melayu dan cagar budaya Melayu.

“Kami sudah menyusun Kamus Bahasa Melayu Siak dengan bahasa Indonesia. Bahasa Melayu di Siak saja ada perbedaannya, namun hanya sedikit dan pemaknaannya sama,” sebutnya.

Di Siak, kata Syamsuar, juga sudah ada Perda berbahasa Melayu dan Perda ini merupakan inisiatif DPRD Siak. Lahirnya Perda ini sangat diapresiasi Pemkab Siak dan LAMR Siak sehingga memberi penghargaan karena DPRD Siak komit terhadap Melayu.

“Kita juga ada Perda berpakaian Melayu. Mudah-mudahan semua Perda itu berkelanjutan sehingga generasi muda tau akan budayanya,” harap Syamsuar.

Melayu sebagai payung negeri, di Siak Kebudayaan Melayu sangat dihormati etnis lainnya. Hal ini, jelas Syamsuar, adalah upaya mesebatikan kebudayaan Melayu dengan masyarakat Siak dan tidak menengok apa sukunya.

“Dalam rangka pelestarian Budaya Melayu dan komitmen Pemkab Siak kami juga punya tagline Siak The Truly of Malay. Tagline ini sudah tercatat di Kemenhum-HAM sehingga daerah atau negara lain tak bisa menirunya karena hal ini sudah menjadi hak paten Siak,” pungkas Syamsuar.

Turut Hadir hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Siak H Alfedri, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Datuk Sri Najib bersama sekretaris, Datuk-Datuk Ketua Majelis Kerapatan Adat Kab/Kota Se-Provinsi Riau, Datuk-Datuk Ketua aadat LAMR Kab/Kota Se-Provinsi Riau bersama pengurus, dan Pimpinan OPD terkait.(Rls Hrsh)

Home