Home
 
 
 
 
Malam Tadi Masyarakat Keritang Heboh, PT PKS Diduga Kembali Buang Limbah Ke Sungai

Rabu, 14/03/2018 - 14:23:25 WIB
KEMUNING- Baru beberapa hari yang lewat diberitakan bahwa PT PKS (PT Putera Keritang Sawit) yang beroperasi di desa keritang hulu kecamatan kemuning kabupaten indragiri hilir dalam waktu dekat akan diberikan sanksi berat oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) kabuapaten indragiri hilir dan Kementrian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan ( LHK ) perwakilan sumatra akibat ulahnya yang membuang limbah ke aliran sungai warga pada bulan januari 2018 yang lalu, ternyata malam tadi berkisar pukul 22.15 Wib PT PKS tersebut diduga kuat kembali membuang limbahnya ke sungai yang sama.

Walaupun pada bulan maret 2017 yang lalu PT PKS ini pernah disanksi oleh BLH Kabupaten Indragiri hilir, namun sanksi tersebut tak kunjung membuat pihak perusahaan pabrik kelapa sawit tersebut jerah untuk mencemari lingkungan. Buktinya, pada bulan januari 2018 PT PKS kembali membuang limbahnya. Lebih mengherankan lagi, tadi malam PT PKS ini kembali diduga membuang limbahnya ke aliran sungai warga untuk kesekian kalinya, selasa 13/3/18.

"Iya pak, barusan tadi kami chek sendiri ke sungai, warna airnya hitam pekat, banyak ikan timbul kepermukaan air dan aroma air sungainya pun nyengat pak. Biasanya kalau sudah begini kondisinya sungainya, ada limbah pabrik yang dibuang ke sungai ini pak", ujar salah seorang warga ketika dihubungi oleh aeak media sekitar pukul 23.35 wib, selasa 13/3/18.

Selain itu, menurut penuturan salah seorang saksi mata lainnya Saragih mengatakan bahwa, kira-kira pukul 22.00 Wib, PT. PKS diduga kembali membuang limbah kesungai.

"kita sudah lihat dan chek keadaan air nya pada malam itu, aroma airnya nyengat, sepertinya kena limbah pabrik " ujarnya kepada awak media ketika dikonfirmasi via seluler sekitar pukul 23.45 wib.

Namun ketika awak media mencoba menghubungi maneger PT. PKS melalui telepon selulernya untuk meminta klarifikasi, namun tidak berhasil, karna nomor ponsel sang manager tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada komfirmasi dari pihak perusahaan terkait dugaan pembuangan limbah tersebut.

(Tim/alvin)
Home