Home
 
 
 
 
Dibangun Era Wako Firdaus Sang Visioner
Setelah Belasan Tahun Akhirnya Pekanbaru Bangun Rumah Sakit

Jumat, 09/02/2018 - 21:15:22 WIB
Pekanbaru - Setelah belasan tahun akhirnya Pekanbaru memiliki rumah sakit . Rumah sakit ini diberi nama RSD Madani. Rumah sakit pertama yang dibangun Pemerintah Kota Pekanbaru. Rumah sakit ini adalah harap pinta sejak lama. Belum ada rumah sakit semewah ini yang dibangun pemerintah kota sebelumnya. Tentu saja, kehadiran rumah sakit ini untuk melayani rakyat yang butuh berobat.

RSD Madani terletak di Jalan Garuda Sakti Panam, Pekanbaru. Ini adalah kawasan yang sangat berkembang. Pusat pertumbuhan masyarakat. Puluhan perumahan tumbuh subur di sini. Belum lagi perumahan di daerah tetangga, seperti Kecamatan Tambang dan Tapung. Saat ini, di sekitar wilayah ini tidak ada rumah sakit pemerintah. Kalau harus berobat, masyarakat harus ke pusat kota atau ke rumah sakit swasta.

Fasilitas kesehatan ini merupakan buah tangan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Di awal masa kepemimpinannya, Sang Wako memang sudah berazam besar untuk membangun rumah sakit untuk warganya. Tuntutan masyarakat Pekanbaru, terkhusus yang tinggal di Panam dan Payung Sekaki, fasilitas kesehatan memang sangat minim di sini. Mereka bahkan sudah menanti sejak puluhan tahun.

Tidak perlu waktu lama bagi Wako Firdaus untuk membangun rumah sakit. Di tengah badai pengurangan anggaran di pemerintahan, Firdaus tetap mampu menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini tepat waktu. Bahkan sebenarnya, rumah sakit ini sudah bisa diselesaikan pada akhir jabatannya pada periode pertama. Namun peresmian penggunaannya atau soft launching, baru dilakukan pada akhir Januari 2018, yaitu enam bulan setelah dia dilantik pada periode kedua.

Foto Sefianus Zai.

Pada momen bersejarah ini, ribuan masyarakat dan pejabat pemerintah nampak hadir. Mereka terlihat bergembira dengan dioperasikannya rumah sakit ini. Beberapa warga yang diwawancarai mengatakan bahwa apa yang dibuat Firdaus di masa kepemimpinannya sudah sangat tepat.

''Kita memang kekurangan fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah. Apalagi untuk Panam dan Payung Sekaki, selama ini berobat harus ke pusat kota. Kalau tidak harus ke rumah sakit swasta,'' kata Syahrizal, warga Jalan Merpati Sakti, Panam.

Apa yang disampaikan Syahrizal sama halnya dengan Bustami, Ketua RT di Perumahan Gading Panam. Menurutnya, rumah sakit ini sangat membantu warganya dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

''Kalau rumah sakit swasta mahal. Kalau dibawa ke RSUD Arifin Achmad terlalu jauh dan terkadang harus menunggu. Pokoknya susahlah. Makanya dengan adanya RSD Madani ini kami sangat terbantu,'' kata Bustami.

Apa yang disampaikan Bustami dan Syahrizal adalah bukti betapa rindunya masyarakat dengan fasilitas kesehatan ini. Apalagi rumah sakit ini dikelola pemerintah, tentu saja biayanya tidak akan mencekik dan akan banyak kemudahan.

Rasa senang masyarakat ternyata tidak hanya dirasakan warga Pekanbaru. Warga kabupaten tetangga ternyata juga ikut senang dengan kehadiran RSD Madani ini. Sebut saja warga Tapung, Kubang, dan Tambang. Kini mereka lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan itu. Apalagi seperti diketahui, tiga kawasan ini sedang berkembang sangat pesat. Baik industri maupun perumahan.

Untuk pembangunan rumah sakit ini, masuk ke dalam proyek multiyears yang didanai pada tiga tahun anggaran. Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp 41,4 miliar. Untuk tahun ketiga, menghabiskan dana Rp42,3 miliar. Total dipagu anggaran sebesar Rp90 miliar. Nilai kontraknya Rp80,9 miliar.


Rumah sakit Madani ini merapkan Konsep Green Hospital

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, ketika peresmian rumah sakit ini juga tak kalah bangga. Terlihat di wajahnya rasa senang karena sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan janji politiknya ini. Dia menyebut, seusai dilantik pada 2012, dia memang langsung tancap gas dan melakukan rencana aksi pembangunan Rumah Sakit tersebut.

 "Masyarakat Pekanbaru telah lama menanti Rumah Sakit ini. Selama ini, RSUD Arifin Achmad tidak mampu menampung pasien-pasien yang sebagian besar merupakan pasien dari Kota Pekanbaru. Alhamdulillah, hari ini kita dapat menghadirkan Rumah Sakit Madani untuk masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya," kata Firdaus.

Di samping itu, dia menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadikan RSD Madani sebagai Rumah Sakit yang Ramah atau lebih dikenal dengan istilah green hospital. Ramah secara lingkungan dan ramah secara pelayanan dan fasilitas.

Konsep Green Hospital ini pernah ia laporkan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Menteri Kesehatan RI saat itu sangat mengapresiasi langkah beliau dalam mengembangkan konsep Green Hospital. Firdaus bahkan mengatakan bahwa Menteri kesehatan meminta dibuatkan prototype dan dijadikan model ke daerah lainnya.

"Kata Ibu Menkes, konsep green hospital bukan saja bangunannya, tapi juga manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan, kita realisasikan sekarang ini," kata Firdaus.

Firdaus juga menyatakan bahwa untuk awal ini, RS Madani ini akan digratiskan dalam pengobatannya, walau memang belum dapat meng-cover semua pelayanan kesehatan.


Setelah dilakukan soft opening, Pemko akan langsung membuka pelayanan. Setidaknya ada 13 pelayanan kesehatan yang bisa dilakukan rumah sakit ini. Di antaranya poli gigi, poli umum, poli spesialis anak, kandungan, paru-paru, THT, urologi, jantung, kulit, IGD, laboratorium serta bedah palsik dan akupuntur.

Wali Kota Fidaus menyatakan bahwa untuk tahap awal ini akan menggratiskan pelayanan kesehatan di RSD Madani ini. Selain menggratiskan pelayanan kesehatan pada tahap awal ini, Firdaus juga menyatakan bahwa ke depannya RSD Madani dapat menerima rujukan pasien dari kabupaten/kota lainnya. Dengan pertimbangan RS pemerintah lainnya tidak mampu mengcover pasien.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Riau, dr. Asnan. dr Asnan menyatakan bahwa RSD Madani dapat menerima pasien rujukan dari kabupaten/kota lainnya. Dengan syarat, rumah sakit asal itu memiliki tipe sama dengan RSD Madani atau dibawahnya.

"Boleh menerima pasien rujukan jika RS Pemerintah (RSUD Arifin Ahmad, RS Petala Bumi dan RSJ Tampan) tidak mampu menampung pasien. Itupun standarnya harus tipenya sama dan di bawah RSD Madani. Di atas itu sebenarnya juga boleh," kata dr. Asnan.

Foto Sefianus Zai.
 

Plt Kadiskes Apresiasi Kinerja Walikota

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, dr Zaini Rizaldi S sangat mengapresiasi pencapaian kenerja Walikota Pekanbaru di bawah kepemimpinan DR H Firdaus ST MT yang sudah bertahun-tahun mengimpikan ingin memiliki rumah sakit.

“Alhamdulillah, sejak tanggal 26 Januari 2018 lalu, rumah sakit yang diberi nama Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani ini sudah diresmikan dan sudah bisa dioperasionalkan untuk melayani masyarakat Pekanbaru,” ungkapnya.

Dr Zaini menjelaskan, bahwa pada awal periode kepemimpinan Firdaus memang sudah diwacanakan untuk membangun rumah sakit, namun baru terealisasi di awal periode kedua kepemimpinannya, tepat pada tanggal 26 Januari lalu.

"Tentu ini salah satu keberhasilan yang diraih oleh Walikota Pekanbaru untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya masyarakat Pekanbaru dan pada umumnya masyarakat Riau.

Memang pada saat ini, untuk sarana dan prasarananya kata dia belum bisa 100 persen ready, begitu juga dengan jumlah pegawai atau Sumber Daya Manusia (SDM) nya yang saat ini baru berjumlah 91 orang. Nah, untuk melengkapi berbagai kekurangan ini, tentu tidak bisa sepenuhnya menggunakan dana anggaran APBD Kota Pekanbaru, dan pihaknya akan meminta bantuan dari provinsi dan pusat.

“Untuk mengajukan proposal ke pusat yang mana anggarannya setelah kita lakukan pendataan sesuai kebutuhan pemenuhan perlengkapan medis dan kelanjutan bangunannya lebih kurang akan menelan dana sekitar 125 Miliar Rupiah,” bebernya.

Sebelum melakukan pengusulan, terlebih dahulu Pemko Pekanbaru katanya memang harus meregistrasi ke pusat dan registrasi ini bisa diterima apabila rumah sakitnya sudah beroperaional. Pusat pun juga tidak bisa memberikan bantuan sepenuhnya, tentu perlu dikoordinasikan lagi dengan pemerintah Provinsi Riau agar semua yang dibutuhkan bisa terpenuhi.

“Harapannya, semoga pada tahun ini semua kebutuhan medis dan kesiapan bangunannya sudah bisa terpenuhi, apalagi saat ini sudah ada beberapa masyarakat yang datang untuk berobat,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/2/2018). (Adv Diskominfo )
Home