Home
 
 
 
 
Jembatan Tak Kunjung Selesai Dalam Tiga Hari 3 Korban Tewas Hanyut Terbawa Banjir

Sabtu, 27/10/2018 - 06:40:59 WIB
NIAS - Asal musim hujan, masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Holi Ulugawo Kabupaten Nias Propinsi Sumatera Utara akan risau kedatangan tamu yang tak diundang (Banjir-red) disekitar sungai Idano Gawo.

Menurut penuturan warga Ulugawo Kabupaten Nias, jembatan Ulugawo yang perencanaan pembangunannya sejak tahun 2010 yg lalu dan dimulai pembangunannya akhir tahun 2011 sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan karena belum dilanjutkan pengerjaannya.

Padahal jembatan yang telah sudah 8 tahun terbengkalai ini kalau sudah siap tidak memakan korban warga sekitar yang sedang melakukan aktifitas mencari nafkah yang kesehariannya harus melintas sungai yang deras arusnya ini bila banjir datang.

Tak hanya arus air yang deras, dasar sungai juga berderet bongkahan-bongkahan batu besar yang dapat menyulitkan penyeberang disaat banjir datang.

Warga yang melintas diatas sungai tersebut tak menyangka kalau sungai Idanogawo yang lebar itu ketika banjir datang adalah pencabut nyawa. Kebanyakan masyarakat yang hendak melintasi bentangan sungai lebar itu kadang tak memikirkan keselamatan jiwanya sendiri akibat desakan kebutuhan dan tuntutan pekerjaan.



Informasi yang didapat redaksi zonariau.com, dalam kurung 3 hari, sungai Idano Gawo ini sudah menelan tiga korban.Ketiga korban hanyut disungai idanogawo kecamatan Ulugawo Kabupaten Nias Sumatera Utara daiantaranya: seorang ibu (I. Garema Zai) dari Desa Holi dusun 3 Hili Otalua.
A. Wanda Zai dan seorang anak-anak jenis kemain perempuan.

Adapun data yang diperoleh redaksi zonariau.com bahwa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias tahun 2011 sudah pernah ada anggaran pembangunan Abutmen dan Pier Jembatan Sungai Idanogawo di Desa Holi, Kec. Ulugawo (SiLPA TA. 2011 dengan anggaran Rp 2.892.500.000,00 (Dua Milyar delapan sembilanpuluh dua dua juta lima ratus ribu rupiah) dengan nomor lelang 06/PPBJ/PUK/2012.


Namun disayangkan jembatan itu tak kunjung selesai, sejak dari tahun 2012 tak ada lagi penganggaran lanjutan terkait pembangunan jembatan  idanogawo kecamatan Ulugawo Kabupaten Nias Sumatera Utara tersebut hingga setiap tahunnya ada saja korban yang meninggal terbawa arus sungai karena banjir.

Akibat dari musibah ini, masyarakat kabupaten Nias secara khususnya warga Ulugawo merasa di .anaktirikan dalam hal pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten Nias  Provinsi Sumatera Utara.

" Selama ini kami hanya dibuai dgn janji-janji angin surga oleh pihak pihak yang punya kuasa dan punya wewenang dan ternyata kesannya memang hanya janji angin surga," ujarnya warga dari Ulugawo.


Fanotona Zai menuturkan dalam facebooknya, hanya bisa mengucapkan turut berduka cita sedalam dalamnya atas musibah yang menimpa saudara korban yang telah hanyut disungai Idano Gawo serta berharap kepda keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan dan ketabahan.

Selain itu, Fanotona juga berharap dengan kejadian ini menyadarkan pemerintah daerah Kabupaten Nias dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara serta pemerintahan pusat mendorong pwmbangunan jembatan di Idano Gawo ini, agar kedepan tidak  lagi ada korban jiwa.

Sementara, dari Facebook Faofirman Hura berharap semoga Pembangunan Jembatan yang telah lama ditinggal ini segera di tuntaskan penyelesaian proyeknya oleh Pemkab Nias, sehingga kelak tidak menelan korban lagi. (Zai)

Home