Home
 
 
 
 
Viettel Rilis Solusi Teknologi Pemenuhan Regulasi Industri Makanan Laut

Minggu, 03/03/2019 - 17:07:59 WIB
BARCELONA - Di ajang 2019 Mobile World Congress, operator jaringan seluler terbesar di Vietnam, Viettel Group meluncurkan tiga solusi teknologi baru untuk membantu industri makanan laut dalam mengatasi tantangan yang dihadapi. Saat ini, para nelayan menemui berbagai masalah ketika bekerja, termasuk cuaca yang tidak terduga dan hukum perikanan internasional yang rumit.

Dengan teknologi dan kreativitasnya, Viettel bermaksud membantu para nelayan ini dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan perangkat S-Tracking Device, Automatic Identification System dan HF Communication Transceiver.

S-Tracking Device menyediakan informasi cuaca terbaru untuk membantu nelayan menghindari cuaca buruk, serta mengirimkan peringatan bagi kapal yang mungkin dalam bahaya. Data real-time kapal juga akan direkam dan dikirim ke pangkalannya setiap jam sehingga jika kapal memasuki area terlarang, peringatan akan dikirim ke kru kapal. Semua peringatan yang dikirimkan ke nelayan bersifat rahasia.

Automatic Identification System, sementara itu, mencegah kemungkinan tabrakan dengan menggunakan sistem alarm berteknologi tinggi. Sistem ini memperingati awak kapal tentang setiap tabrakan dan peringatan penyeberangan perbatasan. Dengan user interface yang praktis dan mudah dipakai, sistem AIS juga dapat memanfaatkan koneksi satelit dan GSM untuk memberikan informasi tentang kapal dan peringatan bila timbul masalah. Jika nelayan dalam bahaya, mereka dapat mengirim sinyal SOS dari dalam kapal, sedangkan pada produk serupa lainnya di pasaran, awak kapal harus berdiri di tempat terbuka untuk mengirimkan sinyal.

Perangkat lain yang diluncurkan oleh Viettel adalah HF Communication Transceiver, dengan teknologi Software Defined Radio (SDR) berbasiskan chip, juga modul GPS dan GSM/GPRS. Modul ini mempermudah awak kapal saat melakukan panggilan dengan biaya lebih murah dibandingkan produk serupa di pasaran yang hanya menawarkan koneksi satelit. Namun, jika tidak ada sinyal, perangkat canggih ini akan terus beroperasi - koordinat kapal akan dikirimkan ke pangkalan lewat HF atau gelombang satelit.

"Kami berharap dapat menghadirkan keahlian Viettel dalam memproduksi perangkat transmisi short-wave bagi pelanggan internasional. Produk untuk kalangan nelayan hanyalah titik awal, karena di balik keberhasilan produksi dari berbagai perangkat tersebut, Viettel telah menguasai banyak teknologi inti seperti radio transceiver, transmisi data enkripsi, teknologi keamanan, "kata Nguyen Dinh Chien, Deputy General Director, Viettel Group.

Viettel berharap, ketiga produk teknologi ini awalnya akan membantu lebih dari satu juta nelayan Vietnam dalam pekerjaan mereka baik di lepas pantai maupun dekat pantai. Ke depan, Viettel akan membawa solusi ini ke sejumlah pasar berkembang dengan keberhasilan telekomunikasi yang signifikan selama 10 tahun terakhir, termasuk Kamboja, Myanmar, Timor Leste dan Tanzania. Hal ini dilakukan demi membantu industri makanan laut dalam meningkatkan pemenuhan regulas  dan aspek keamanan mereka. (PRN).


Home