Home
 
 
 
 
DPRD Riau Gelar Sidang Paripurna Pidato Sambutan Gubenur Riau Priode 2019-2024

Senin, 11/03/2019 - 20:11:51 WIB

PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPDR) Riau menggelar rapat paripurna dengan agenda pidato sambutan Gubenur Riau, 2019-2024, Senin (11/3/2019).

Rapat paripurna berlangsung di ruang rapat lantai 2 Kantor DPRD Jalan Sudirman Pekanbaru.

Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Riau Seprina
Primawati Rusli dan dihadiri langsung oleh Gubenur dan Wakil Gubenur
Riau, Syamsuar - Edi Natar Nasution Natar Nasution.


Baik dari pejabat Pemprov Riau maupun dari Setwan DPRD Riau dan perwakilan kepala daerah dari Kabupaten Kota se Provinsi Riau.

"Paripurna yang dilaksanakan hari ini sangat menomental, karena
pertemuan ini sangat strategis antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau
untuk menggandeng kesepahaman, setelah Pilkada berakhir," kata Septina
diawal sambutannya saat membuka rapat paripurna agenda pidato sambutan
Gubenur Riau, 2019-2024, Senin (11/3/2019), di ruang rapat lantai 2
Kantor DPRD Jalan Sudirman Pekanbaru.




Pada
kesempatan tersebut, Gubernur Riau, Syamsuar menyampaikan beberapa
permasalahan pembangunan di Riau yang dihadapi untuk saat ini.

Adapun
permasalahan pembangunan, menurut Syamsuar adalah masih terdapatnya
kesenjangan kualitas SDM antar Kabupaten/Kota yang diikur dari capaian
IPM. Ada 7 Kabupaten/Kota yang IPM dibawah rata-rata provinsi (71,79)
yaitu Kabupaten Pelalawan, Kuansing, Inhu, Rohul, Rohil, Inhil dan
Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kemudian permasalahan masih
rendahnya Kualitas Infrastruktur Dasar bagi masyarakat. Seperti untuk
jalan dan jembatan, tahun 2017 panjang jalan provinsi 2.799 km, kondisi
rusak sedang hingga berat capai 55,18%. Permasalahan Air Bersih dan Air
Minum, dimana terbatasnya akses air bersih dan air minum yang berasal
dari air leding/perpipaan. Terdapat yang memanfaatkan air sumur 37,20%,
jasa air isi ulang dan kemasan 37,16% dan 23,55% bergantung dari air
hujan.

Air Limbah dan Sampah dimana belum terkelola dengan baik sementara
tingkat pertumbuhan penduduk dan industri relatif cukup tinggi. Kemudian
Elektrifikasi, dimana kebutuhan energi listrik di Riau yang semakin
tinggi dengan meningkatnya jumlah penduduk dan sekitar industri.

Permasalahan
lain adalah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup masih Rendah (IKLH).
Dimana terendah di Sumatera. Ini disebankan oleh menurunnya daya dukung
dan dan daya tampung ekosistem air, tanah dan udara. Permasalahan lain
masih tingginya tingkat abrasi di wilayah pesisir dan sungai terutama di
pulau Bengkalis, pulau Rangsang dan Rupat.



Kemudian permasalahan lain masih terdapatnya permasalahan tapal batas antar Kabupaten/Kota. Permasalahan rendahnya pertumbuhan ekonomi, dimana periode 2011-2017 mengalami penurunan. Tahun 2011 sebesar 5,57% turun jadi 2,71% tahun 2017. Permasalahan lain masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan masih diatas 5% yaitu 7,41% atau 514.620 jiwa penduduk berada di bawah garis kemiskinan.

Kabupaten/Kota yang berada di atas tingkat kemiskinan provinsi terdapat pada Kabupaten Kepulauan Meranti 28,99%, Rohul 10,91%, Pelalawan 10,25%, Kuansing 9,97%, Kampar 8,02% dan Rohil 7,88%. Permasalahan lain, masih Rendahnya Ketahanan Pangan Daerah. Hal ini karena belum optimalnya upaya pengembangan potensi pangan lokal.

Kemudian permasalahan lain, masih rendahnya Pengelolaan Potensi Budaya Melayu dan Pariwisata. Ini dengan masih belum optimalnya pelestarian budaya khususnya budaya melayu. Dapat dilihat dengan masih rendahnya jumlah karya seni budaya yang direvitalisasi dan diinventarisasi. Kemudian permasalahan lain masih rendahnya kinerja ASN dan Pelayanan Publik.

Disampaikan juga oleh Gubri, dari permasalahan yang ada dan janji saat kampanye maka Visi Gubernur dan Wakil Gubernur 2019-2024 adalah "Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing Sejahtera, Bermatabat dan Unggul di Indonesia (RIAU BERSATU)". Sementara yang jadi Misi adalah Mewujudkan SDM yang beriman berkualitas dan berdaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya.

Kemudian mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan, mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri dan berdaya saing, mewujudkan budaya melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.

Sementara itu Ketua DPRD Riau, Septina Primawati saat dimintai komentarnya terhadap penyampaian visi dan misi Gubri ini, dirinya menyebutkan apa yang disampaikan sudah jadi aturan setelah Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik oleh Presiden.

Dari apa yang disampaikan, sangat berharap banyak terutama yang telah jadi visi dan misi dan apa-apa yang telah jadi janji di saat kampanye dulu dapat terwujud dengan baik. Kemudian juga berharap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak DPRD Riau dalam menjalankan roda pemerintahan. ***






Home