Home
 
 
 
 
Forest City Terima Penghargaan dan Sertifikat Apresiasi dari Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad

Selasa, 02/04/2019 - 13:51:56 WIB
JOHOR BAHRU - Forest City, kota canggih (smart city) baru yang ternama, dibangun pengembang properti asal Tiongkok, Country Garden Holdings, kini telah beroperasi dalam tahun ketiganya, terletak di atas lahan sebelah tenggara Eurasia. Kota ini telah menarik perhatian besar dari para pemerhati industri dan media di seluruh dunia, serta digelari Forbes sebagai salah satu dari "lima kota baru yang siap mengguncang masa depan."

Forest City terima banyak penghargaan dari pemerintah Malaysia atas sumbangsih CSR-nya

Forest City menerima sebuah sertifikat dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Februari atas dukungannya bagi rencana pemerintah untuk hunian terjangkau. Di antara penerima penghargaan tersebut, Forest CIty menjadi satu-satunya perusahaan penanaman modal asing yang memperoleh kehormatan itu. Pada 15 Maret, Forest City juga memperoleh penghargaan Best Sustainable Green Development yang bergengsi atas kawasan industri yang berfokus pada sektor konstruksi. Penghargaan itu diberikan oleh Menteri Perumahan dan Pemerintah Lokal YB Zuraida Kamarudd sebagai bagian dari Des Prix Infinitus ASEAN Property Awards Malaysia. Kedua penghargaan itu membuktikan apresiasi dari pemerintah Malaysia atas sumbangsih Forest City dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Forest City menerima Penghargaan & Sertifikat Apresiasi dari Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad di acara peluncuran resmi Dasar Komuniti Negara (DKN) pada 17 Februari 2019.

Sebagai tonggak penting dalam penerapan inisiatif Belt and Road yang digagas pemerintah Tiongkok di Asia Tenggara, Forest City telah diakui berbagai kalangan media sebagai model inovatif untuk lingkungan pergaulan perkotaan yang dengan canggih menyatukan komunitas industri dan hunian, sambil bersumbangsih penting bagi ekspansi kalangan perusahaan Tiongkok ke luar negeri. Kompleks yang canggih dan aman bagi lingkungan ini menggabungkan sejumlah industri berteknologi tinggi dengan pembangunan yang berbasiskan infrastruktur, telah membawa manfaat besar bagi Johor dalam hal pengembangan ekonomi serta sosial.

Sejak Januari 2019, Forest City telah berkontribusi senilai lebih dari MYR 200 juta (sekitar USD 50 juta) dalam bentuk pajak untuk kas negara bagian Johor, serta memberikan kontrak proyek senilai MYR 1,6 miliar (sekitar USD 40 juta) kepada 150 perusahaan lokal. Kompleks tersebut sekarang memiliki lebih dari 1.500 pegawai, 80% di antaranya merupakan penduduk lokal. Pembangunan kompleks ini telah membuka 9.200 lebih lapangan kerja di bidang konstruksi, mendatangkan MYR 50 juta (USD 12 juta) dalam bentuk pajak penghasilan pribadi dari para tenaga kerja tersebut kepada pemerintah.

Pada tahap awal pembangunan, Forest City, bermitra dengan McKinsey & Company, firma konsultasi manajemen dunia, menyusun delapan sektor usaha dan industri yang, secara keseluruhan, menjadi model bagi integrasi kota-industri —pariwisata dan MICE, layanan kesehatan, pendidikan dan pelatihan, teknologi yang aman bagi lingkungan dan mutakhir, kantor-kantor pusat regional, keuangan near-shore, e-commerce, serta teknologi yang tengah mengemuka. Shattuck St Mary's School Forest City, kampus satu-satunya yang berada di Amerika Serikat milik sekolah asrama terkemuka di Amerika, menggelar kelas perdananya pada 23 Agustus 2018.

Shattuck St. Mary's School Forest City

Dibukanya perusahaan manajemen kesehatan telah menyediakan akses terhadap layanan kesehatan kelas dunia untuk komunitas penghuni multinasional. Sekitar 50 peritel telah menjangkau jalanan komersial Forest City, dan menerima 230.000 kunjungan dari para wisatawan yang mendatangi Johor Bahru setiap tahun, berkat kehadiran berbagai perusahaan yang telah mendirikan kegiatan operasionalnya di sini. Semua itu sangat meningkatkan pertumbuhan penyedia jasa pariwisata, perhotelan, peritel dan restoran lokal.

Lewat kontribusi berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan hidup, Forest City telah menerapkan pendekatan yang melindungi ekologi di kawasan industrinya yang berfokus pada konstruksi. Pihak pengembang mengurangi dampak ekologis selama pembangunan berlangsung dengan membuat sistem pemantauan daring untuk kualitas air, dan bermitra dengan sejumlah universitas dan lembaga lokal guna mendirikan wilayah perlindungan untuk rumput laut, serta mendiversifikasikan struktur ekologis setempat.
Kawasan industri yang berfokus pada konstruksi


Selain beragam standar praktis, kawasan industri Forest City telah mempertahankan aspek keberlanjutan dalam sejumlah proyek pembangunan dengan mendirikan sebuah pabrik di Asia yang mampu memproduksi seluruh material dan komponen yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan area lantai yang baru seluas satu juta meter persegi setiap tahun. Produksi berbagai komponen dari Industrialized Building System juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan seluruh gedung memakai komponen yang melestarikan lingkungan.

Memasuki tahap berikutnya, Forest City telah merintis rencana integrasi industri tahun 2020, bertujuan menarik berbagai pabrik manufaktur berteknologi tinggi ke Pusat Industri seluas 417 hektar. Forest City akan terus mendukung penerapan inisiatif Belt and Road serta beberapa fasilitas infrastruktur di sekitarnya, membantu berbagai pelaku manufaktur, produsen peralatan dan penyedia teknologi yang terkemuka untuk berekspansi di luar negara asalnya. (PRN).
prn
Home