Home
 
 
 
 
Bupati Pasaman Buka Resmi Sosialisasi Kegiatan PUG

Kamis, 04/04/2019 - 16:35:55 WIB
PASAMAN -- Zonariau.com.
Kesetaraan  dan keadilan Gender menjadi persoalan pokok pembangunan, kesetaraan  dan keadilan gender memperkuat negara untuk berkembang, dan mengurangi kemiskinan, serta memerintah secara efektif.

Proses penyadaran gender harus dimulai dengan merubah paradigma/pola pikir tiap individu, dilanjutkan pada keluarga  dan lembaga dan tingkat sosial yang lebih tinggi, serta masih membutuhkan perjuangan yang panjang dan konsisten.

Hal tersebut disampaikan oleh, Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis yang diwakili oleh Staf ahli Bupati, M.N Susilo saat membuka secara resmi kegiatan sosialisasi dalam rangka Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), bertempat di Gedung Syamsiar Thaib Lubuksikaping, Kamis (4/4) kemarin. 

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh, kepala OPD, pokja PUG, pocal point, LSM, perguruan tinggi (PT), organisasi perempuan/masyarakat se Kabupaten Pasaman serta undangan lainnya.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasaman, Asri Suherti dalam laporannya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan karena adanya kekurang fahaman tentang manfaat dan pentingnya pengarusutamaan gender, dan Karena istilah "Gender" sering disalah artikan sebagai istilah yang hanya merujuk pada perempuan saja.

"Pengarusutamaan gender ini bertujuan untuk pencapaian PUG, untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia baik dalam (rumah tangga, masyarakat dan negara) serta di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Kemudian, terciptanya keadilan dan kesetaraan gender serta untuk pencapaian APE," Madya katanya.

Ditegaskannya, kegiatan ini penting untuk menyamakan persepsi tentang gender, dan lebih mempercepat penguatan kelembagaan PUG yang ada di Kabupaten Pasaman.

Staf Ahli Bupati, M.N Susilo mengatakan kesetaraan dan keadilan  gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam. Kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan keamanan nasional (Hankamnas) serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.

Ia mengharapkan, diadakannya kegiatan ini dapat memastikan agar perempuan dan laki-laki memperoleh kesamaan, dapat berpartisipasi serta mempunyai kontrol dan memperoleh manfaat yang sama dalam pembangunan.

"Keadilan dan kesetaraan gender sebagai salah satu cita-cita dan arah pembangunan nasional, hanya dapat terwujud jika masyarakat khususnya aparat negara memiliki kesadaran, kepekaan dan respon serta motivasi yang kuat dalam mendukung terwujudnya keadilan dan kesetaraan," katanya, saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Gender (PPG) Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasaman, Ratnawati  S.Pd.I,. M.Pd, yang telah di tunjuk sebagai gender championt  tingkat Nasional dalam hai ini selaku  narasumber mengatakan, untuk mencapai percepatan pengarusutamaan gender harus dan sangat diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dalam mewujudkannya.

Menurut dia, pengarusutamaan gender adalah bagaimana agar meningkatkan kualitas hidup manusia, jadi ini adalah menjadi tugas bersama sehingga diperlukan sinergisitas, kemitraan, partnership, ide-ide kreatif dan juga inovasi bersama untuk mencapainya.

"Untuk itu, laki-laki dan perempuan hendaknya saling mendukung dan tidak saling mendiskriminasi untuk mewujudkan kepenuhan martabat manusia. Proses penyadaran gender juga harus dimulai dengan mengubah paradigma/pola pikir tiap i dividu, dilanjutkan pada keluarga dan tingkat sosial yang lebih tinggi. Kemudian, proses penyadaran masyarakat tentang gender membutuhkan perjuangan yang panjang dan konsisten," tukasnya. ( Ck ).
Home