Home
 
 
 
 
Dua Anak Karyawan PT.BSP ( FIRST RESOURCES ) Tewas Kesetrum Listrik Genset, Polisi Periksa Manager

Jumat, 28/06/2019 - 03:46:32 WIB


KAMPAR - Proses hukum atas tewasnya Adikfan Saputra Zai ( 8 tahun) dan sepupunya Elman Krismanjaya Telaumbanua ( 6 tahun) akibat  kelalaian manajemen perusahaan yang membiarkan  kabel listrik yang berseliweran tidak teratur di komplek perumahan karyawan PT.Bumi Sawit Perkasa ( BSP) Tapung Hulu Kab Kampar, terus bergulir.

Kapolsek Tapung Hulu melalui Kanit Reskrim Ipda Albert Sitompul,SH mengatakan bahwa sudah memeriksa manager PT.BSP Edi Hanafi.

"Penyidik sudah memeriksa Edi Hanafi selaku manager PT.BSP," jawabnya melalui pesan WhatsApp Kamis 27/06/2019.

Kanit berjanji akan mengusut kasus ini sampai tuntas, " Kami sangat serius mengungkap kasus ini," tegasnya.

Informasi  dari Ayah korban menyebutkan bahwa pihak perusahaan melalui Humas Thomas telah menawarkan uang duka kepada kedua keluarga korban sebesar 15 juta per orang.

Ketika menawarkan uang 15 juta tersebut Thomas sang humas perusahaan Group First Resources ini sempat meminta agar kedua ayah korban jangan melibatkan pihak ketiga atau pengacara maupun keluarga. " Kalian jangan libatkan orang lain, termasuk yang datang kesini kemari (  maksud sang humas adalah Sefianus Zai  yang memang datang ke TKP ketika kejadian, mengingat permintaan Ibu Korban agar paman Adikfan Zai datang ).

Namun kedua keluarga korban bersikukuh bahwa tidak mungkin kami tidak melibatkan orang tua kami atau abang kami dalam musibah besar yang menimpa kami ini. Jawaban ini membuat Thomas terdiam.

Ketua Ikatan Keluarga Nias Riau Sefianus Zai,SH menilai manajemen perusahaan mesti di dijadikan tersangka dalam kasus ini .
" Dalam kasus tewasnya kedua anak pekerja ini, saya minta Penyidik berani menetapkan jajaran manajemen sebagai tersangka, dari jajaran direktur sampai ke operator Mesin Gensetnya harus bertanggungjawab, karena ini kelalaian mereka, mengakibatkan hilangnya nyawa dua orang anak dibawah umur," tukasnya.

Sefianus Zai yang merupakan  ketua Lembaga Bantuan Hukum Bela Rakyat Nusantara ( BERNAS ) ini mengatakan segera menyurati  Kapolda, meminta agar kasus ini menjadi atensi karena korbannya dua orang  anak dibawah umur dan penyebabnya kena aliran listrik perusahaan di kabel- kabel yang tidak beraturan.

" Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas, apalagi korban adalah keponakan saya sendiri," tegas Zai.

Zonariau.com mencoba meminta tanggapan Thomas selaku Humas namun sampai berita ini tayang, pesan WhatsApp tudak dibalas walau sudah dibaca.( team)**
Home
php shell hacklink hacklink satış hacklink panel youtube video indir youtube video download wso shell indoxploit shell istanbul evden eve nakliyat hacklink Google bedava bonus canlı bahis deneme bonusu adana escort mersin escort mersin escort sex hattı bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri betpas supertotobet süperbahis