Home
 
 
 
 
Gelombang Bono Ikon Andalan Wisata Pelalawan

Rabu, 10/07/2019 - 15:49:46 WIB
Pelalawan - Ombak Bono di Sungai Kampar Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau ditetapkan sebagai ikon wisata Riau oleh Kementerian Pariwisata beberapa waktu lalu.

Saat ini gelombang Bono telah masuk dalam kalender pariwisata nusantara tahun 2018 ini. Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui program Pelalawan Eksotisnya pun terus mengembangkan potensi wisata yang berada di daerah ini.

Acara berselancar di atas Ombak Bono Sungai Kampar digelar sekali dalam setahun, tepat pada puncak ombak yang dikenal dengan tujuh hantu Bono itu. Hal yang menarik dari gelombang Bono muncul dan datang dalam durasi waktu yang cukup lama bisa sampai 2 jam.

Gelombang Bono hanya bisa di saksi kan pada waktu tertentu saja. Biasanya menurut masyarakat setempat, gelombang bono terjadi pada saat bulan purnama atau bulan besar, di mulai dari hitungan hari ke 10 sampai 20 menurut perhitungan bulan melayu atau bertepatan bulan agustus sampai bulan desember bulan masehi.

Sementara saat tidak bulan purnama, Gelombang Bono tidak muncul dan nyaris tidak muncul.

Gelombang Bono dikenal juga oleh masyarakat setempat dengan sebutan gelombang tujuh hantu (Seven Ghosts) karena gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh lapis dan datang berurutan serta bersamaan.

Keunikan gelombang bono juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Pelalawan. Hal itu pulalah yang membuat yang kesekian kalinya di tahun 2017 ini, Bupati Pelalawan H.M.Harris mendapatkan penghargaan tingkat nasional atas prestasinya membangun daerah ini.

Bagi wisatawan yang mau melihat fenomena alam yang unik dan dahsyat ini bisa berkunjung ke Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Untuk di ketahui gelombang bono ini merupakan gelombang yang bersifat merusak dengan kedahsyatan gelombangnya. Jadi bagi wisatawan diharapkan berhati-hati jika ingin melihat gelombang.

Sebelum gelombang bono ini di populerkan oleh para peselancar dari negara lain seperti peselancar dari Prancis dan juga dari Brazil. Gelombang Bono menjadi hal yang sangat menakutkan bagi masyarakat yang ada di kecamatan teluk meranti, tetapi sekarang sudah banyak masyarakat sekitar terutama pemuda berselancar menantang dahsyatnya gelombang bono.

Selain itu juga gelombang bono menjadi Wisata Andalan bagi Kabupaten Pelalawan dan juga Provinsi Riau. Untuk  menarik wisatawan dalam negeri maupun manca negara untuk datang ke Kabupaten Pelalawan.

Bono telah kerap diperkenalkan kepada dunia di berbagai pameran wisata internasional Bono mendapat perhatian pengunjung. Tak sampai di situ, Pemkab Pelalawan juga mengundang peselancar kelas dunia untuk menguji kedahsyatan Bono. Promosi gencar gencaran menjadikan gelombang Bono bukan saja menjadi ikon wisata Pelalawan, bahkan menjadi ikon wisata local dan nasional.

Untuk menggarap objek wisata Bono itu, Pemkab Pelalawan membangun infrastruktur pendukungnya seperti menara pantau untuk mengamati Bono, membangun fasilitas fasilitas penginapan, dan tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan putra putri penduduk lokal untuk dididik menjadi pemandu wisata dan memperkenalkan Bono dan kebudayaan lokal kepada para turis.

Keseriusan Pemkab Pelalawan dalam mempromosikan Bono sebagai ikon wisata mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, potensi wisata Bono dapat bersinergi dengan peningkatan kearifan  budaya lokal yang pada akhirnya dapat berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari pengembangan wisata tanah air.
 
Menurut Harris, potensi yang dimiliki ini harus dimanfaatkan. Sebab, semua itu diciptakan Allah SWT untuk dimanfaatkan bagi masyarakat. Misalnya, keunikan bono dan sumber gas yang dimiliki Pelalawan.***





























Home