Home
 
 
 
 
DPC AJOI Bengkalis Beri Santunan Kepada Aidil Korban Oknum Dokter Praktek

Minggu, 11/08/2019 - 09:52:05 WIB
BENGKALIS - Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Online Indonesia (DPC AJOI) Kabupaten Bengkalis yang di nahkodai Efendi Basri, diwakili Ketua Bidang Industri Aplikasi dan konten Ramadhan bersama Aldi Manan selaku anggota AJOI, memberikan santunan kepada Aidil, salah satu warga di Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Riau. Sabtu (10/8/2019).

Di infokan dari anggota Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Bengkalis beberapa hari lalu yang menjenguk Aidil pasien di RSUD Bengkalis, Mendengar informasi ada bocah menderita sakit keras, kami dari DPC AJOI Bengkalis terenyuh dan berinisiatif ingin membantu meringankan beban keluarganya. Alhamdulilah sekarang Aidil sudah bisa pulang kerumahnya setelah sekian lama terbaring di RSUD Bengkalis.

Aidil Ikhram (11 tahun), Anak ke empat dari pasangan Bapak Medison dan Ibu Wati merupakan salah satu anak yang kuat dalam menjalani kehidupan keseharian, Aidil di duga menderita penyakit kulit yang disebabkan alergi obat yang dikonsumsinya dari salah satu dokter praktek di kecamatan Bengkalis, Riau.

Ibu rumah tangga yang kerap disapa Wati ini menjelaskan, bahwa anaknya Aidil, sebelum di bawa berobat ketempat dokter praktek, "Memang anak saye waktu pulang main saye melihat bibirnye merah same matenye juge merah saye bawa anak saye ke poskesdes, disane cume dikasi obat biasa aje terus dibilang kalo obat mate tak ade cube beli Kat kedai mungkin Ade", jelas ibu wati dengan logat melayunya ke awak media.

Setelah dibawa ke Puskesdes tidak ada perubahan pak Medison dan Ibu Wati berniat membawa anaknya ke tempat Dokter Praktek, karena dengar kabar disana ada gratis berobat dengan membawa BPJS.

Setelah sampai ditempat dokter praktek BPJS yang dibawa keluarga pak Medison dan ibu Wati tidak berlaku di tempat dokter praktek tersebut, dan tidak tau apa alasannya. karena sudah terlanjur sampai disana keluarga pak Medison memutuskan anaknya untuk di cek penyakit apa yang diderita anaknya.

Setelah ditangani dokter tersebut dan di cek apa penyakitnya, "Dokter mengatakan anak saya terkena cacar air", dan dari dokter praktek memberikan obat, terang ibu Wati.

"Setelah obat yang diberi dokter diminum anak saya pagi dan malam, anak saya bukan tambah sembuh malah tambah parah sakitnya, terus besoknya kami sekeluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis, setelah ditangani dokter di rumah sakit dokter bilang anak saya terkena alergi obat yang di konsumsinya", jelas ibu Wati dengan nada sedih.

Dari penjelasan pihak keluarga mereka berobat ke klinik Bengkalis berada di depan kantor bupati. Dimiliki salah satu anggota DPRD Bengkalis.

Saat ditanya awak media, apakah ada dari pihak dokter praktek menjenguk anaknya saat rawat inap di RSUD dan berapa lama di rawat inap di RSUD Bengkalis,? ibu Wati menjawab "Kalo Dokternya blm ada, cuma anggota dokternya ada dua kali menjenguk ke RSUD, Kalo berapa lama dirawat inap sekitar 17 hari rawat inap di RSUD", Ucapnya lagi dengan mata berkaca-kaca. (Rdn)**

Home
Ankara escort Ankara escort Eryaman escort ─░zmir escort Beylikd├╝z├╝ escort ├çankaya escort Sincan escort Ankara escort Etlik escort Ankara escort Ankara escort Bah├že┼čehir escort Porno izle Antalya escort Ankara escort Kad─▒k├Ây escort Pendik escort Beylikd├╝z├╝ escort Anadolu yakas─▒ escort Pendik escort Maltepe escort Kartal escort Kad─▒k├Ây escort istanbul escort istanbul escort izmir escort Beylikd├╝z├╝ escort Ata┼čehir escort Ata┼čehir escort izmir escort gebze escort mersin escort solvepricesusa.xyz SOLVE price SOLVE news SOLVE value SOLVE cash SOLVE to usd price of SOLVE what is SOLVE iptv iptv iptv sirinevler escort bayan escort halkali sisli escort escort esenyurt escort mecidiyekoy escort istanbul escort bayan istanbul istanbul escort halkali escort escort bayan sirinevler bahcesehir escort escort bahcesehir instagram be─čeni hilesi instagram takip├ži hilesi free follower for instagram instagram takip├ži instagram free followers twitter begeni