Home
 
 
 
 
IWO Kab.Inhil Peduli Bocah Penderita Sakit Kritis

Selasa, 27/08/2019 - 11:17:10 WIB
TEMBILAHAN – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyerahkan bantuan kepada Nazwa, seorang bocah perempuan penderita pembengkakan empedu hati.
 
Bantuan uang tunai Rp. 4.020.000 diserahkan langsung oleh Ketua IWO Inhil Muridi Susandi dan pengurus kepada orang tua Nazwa di ruang perawatan anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, Senin (26/8) sore.
 
Ketua IWO Inhil Muridi Susandi menuturkan, bantuan tersebut merupakan donasi dari dompet peduli IWO Inhil yang sudah di buka sekitar satu minggu.
 
“Kita kumpulkan dari semua unsur masyarakat yang bersedia menyisihkan rezekinya untuk Nazwa melalui rekening dompet peduli. Alhamdulillah Rekan – rekan di IWO juga turut berpartisipasi,” ujar Sandi sapaan akrabnya usai penyerahan bantuan.
 
Menurut Sandi, dompet peduli ini memang sengaja di buka untuk Nazwa, karena prihatin dengan kondisi Nazwa yang harus terkendala biaya dalam proses penyembuhannya.
 
“Kita menyalurkan amanah dari masyarakat, alhamdulillah sudah kita salurkan. Kami harap bisa meringankan beban Nazwa dan keluarga,” harapnya.
 
Sandi menuturkan, IWO Inhil akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah atau kemalangan lainnya.
 
“Tidak hanya menginformasikan saja, kita juga siap turun beraksi di lapangan untuk kepentingan masyarakat, ini yang sudah kita lakukan dalam berapa kali kesempatan sesuai kemampuan kita,” pungkasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut juga turut mendampingi Ketua IWO Inhil, Sekretaris IWO Inhil, Habibi beserta anggota IWO Inhil lainnya yang berkesempatan hadir.

Untuk diketahui, Kondisi Nazwa (6) saat ini sudah sangat parah karena trombosit dan HB nya sudah sangat jauh menurun.
 
Dengan kondisi tersebut, dikhawatirkan kondisi bocah asal Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling ini akan semakin parah bila tidak segera dirujuk ke Pekanbaru yang memiliki peralatan lebih lengkap.
 
Namun Nazwa yang berasal dari keluarga yang sangat kurang mampu, tidak kunjung juga dirujuk ke Pekanbaru karena ketiadaan biaya.
 
Dodi, ayah Nazwa, sehari-hari hanya bekerja menangkap udang di Sungai Indragiri, sehingga tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk pengobatan Nazwa.
 
Saat ini Nazwa hanya bisa terbaring di RSUD Puri Husada, tanpa perawatan intensif sesuai dengan penyakit yang dideritanya karena keterbatasan peralatan medis yang dimiliki oleh RSUD Puri Husada Tembilahan.
 
Perut anak pasangan Dodi dan Yanti ini tampak membesar karena mengidap penyakit pembengkakan empedu hati.
Home