Bupati Pasaman H.Yusuf Lubis sangat mengapresiasi niat dari Petrokimia untuk mengembangkan tanaman Kakao di daerah ini ujar Yusuf Lubis saat menerima kunjungan Direksi Petrokimia dan rombongan di ruang kerjanya sel"> Bupati Pasaman H.Yusuf Lubis sangat mengapresiasi niat dari Petrokimia untuk mengembangkan tanaman Kakao di daerah ini ujar " />
Home
 
 
 
 
Petrokimia Survey Tanaman Kakao Di Pasaman

Rabu, 18/09/2019 - 13:06:00 WIB

Pasaman, -- Zonariau.com.

Bupati Pasaman H.Yusuf Lubis sangat mengapresiasi niat dari Petrokimia untuk mengembangkan tanaman Kakao di daerah ini ujar Yusuf Lubis saat menerima kunjungan Direksi Petrokimia dan rombongan di ruang kerjanya selasa,( 17/09/19 ) kemarin.


Pertemuan tersebut di laksanakan di ruang rapat Bupati Pasaman, yang di hadiri oleh Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, Asisten II setda Pasaman Yuspi, Kabag Perekonomian Elviwardi, Kabid Perkebunan, dan OPD terkait, Sedangkan dari Petrokimia dihadiri oleh Dewan Komisaris PT Petrokimia” Heriyono Harsono,Manejer Promosi, Perencanaan dan Pemasaran Junianto Simare Mare, Kabag Promosi Asep Saiful Muslim, dan Yoyok Fandi Amarta dari Staf Perwakilan Daerah Penjualan Wilayah Sumatera Barat, disping itu juga hadir dari Perusahaan pengelola tanaman Kakao PT Panca Artha Mustika, M.J.Christophocus, B. Kosta WS, dan PT Andalan Penanjung Makmur Hendri Jatna.

“Dewan Komisaris PT.Petrokimia Gersik Heriyono Harsono kepada awak media mengatakan, Untuk daerah Sumatera Barat ada 2 ( dua ) daerah yang di jadikan daerah pembuatan demplot Kakao, antara lain Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pasaman, sedangkan untuk Kabupaten Pasaman saat ini pihak Petrokimia akan mengadakan survey terlebih dahulu baru pihaknya akan membuat langkah kerjasama dengan pihak pemerintah setempat.

Pihak Petrokimia nantinya akan melakukan pengembangan produksi Kakao di Pasaman guna. Untuk meningkatkan produksi Kakao masyarakat , bahkan pihaknya juga akan membantu untuk sistem Pemasaran yang mana saat ini pihaknya juga telah membawa pengusaha di bidang pengolahan Kakao yang akan membantu penjualan Kakao masyarakat,” ujarnya,

“Selain itu katanya , Sulitnya Pemasaran dari hasil tani Kakao masyarakat ,harga jual dari petani itu sendiri sangat murah sehingga dapat merugikan petani dan yang lebih di perhatikan adalah kualitas dari Kakao itu sendiri kurang baik, untuk itulah pihaknya berkeinginan untuk membantu masyarakat baik kualitas maupun kuantitasnya, ia juga menambahkan, dimana produksi Kakao yang di hasilkan oleh masyarakat baru berkisar 0,8 ton sampai dengan 1 ton perhektar, tapi sebaliknya dengan program ini nantinya masyarakat akan dapat menghasilkan 2 ton perhektarnya, tentu hal ini dilaksanakan dengan pembinaan yang baik dan penggunaan pupuk yang berkualitas tambahnya,

Pada kesempatan tersebut Bupati Pasaman H Yusuf lubis dalam keterangannya di depan pihak Petrokimia mengatakan, bahwa sebagian besar mata pencarian masyarakat adalah sebagai petani dan salah satu sektor yang sangat menunjang sekali adalah sektor perkebunan dimana saat ini Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah sentra komoditi Kakao di Sumatera Barat,”terangya,

“Selanjutnya Yusuf Lubis mengatakan, bahwa sesuai dengan data statistik Perkebunan tahun 2018 tercatat luas tanaman Kakao di Kabupaten ini mencapai 17.640 Hektar dengan jumlah Produksi sebesar 15.241,8 ton , untuk menunjang peningkatan hasil Produksi, pemerintah Daerah juga telah mengembangkan 3 program Pengembangan Kakao diantaranya , Peningkatan Luas Tanam, Pemangkasan dan sekolah lapang Penyakit hama tanaman ( SL-PHT), Perbaikan Pasca panen Kakao serta Pembinaan Kelembagaan petani, ungkap Bupati.

Kemudian ia juga mengatakan adanya permasalahan terhadap produktifitas Kakao diantaranya produksi yang masih di bawah 1 ton, sedangkan potensinya bisa mencapai 2 sampai 3 ton per hektar, selain itu dalam hal kemampuan Sumber Daya Manusia ( SDM ), dan ketersediaan sarana untuk pemeliharaan ( Pemangkasan, Pemupukan, dan Penanganan Pasca Panen masih terbatas, ditambah dengan kurangnya ketersediaan infrastruktur sehingga ongkos angkut menjadi tinggi dan akan terjadi penekanan harga ditingkat Petani, hal lain masih lemahnya kelembagaan petani, sehingga posisi tawar menawar masih di tentukan oleh pedagang, demikian juga dengan minim nya ketersediaan benih atau bibit unggul di tambah dengan adanya serangan organisme pengganggu tanaman, ia juga menambahkan Pemerintah daerah berharap, dengan kehadiran PT. Petrokimia di daerah ini bisa memberikan nilai tambah terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

“Untuk itu katanya kepada OPD yang terkait agar membantu sepenuhnya, agar program pengembangan Kakao di Kabupaten Pasaman dapat terlaksana dengan baik, guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan visi pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman yakni terciptnya masyarakat yang sejahtera, agamis dan berbudaya tambahnya. ( Ck )

Home