MERANTI - Dalam kurun waktu kurang lebih 1 pekan ini, penyebaran wabah Covid-19 di Kepulauan Meranti meningkat drastis. Hingga saat in"> MERANTI - Dalam kurun waktu kurang lebih 1 p" />
Home
 
 
 
 
Disaat Desa Bandul Sedang Lockdown, Pasar Suka Ramai Minim Pengawasan

Sabtu, 23/05/2020 - 05:10:03 WIB
MERANTI - Dalam kurun waktu kurang lebih 1 pekan ini, penyebaran wabah Covid-19 di Kepulauan Meranti meningkat drastis. Hingga saat ini sudah terdapat 6 orang pasien positif, 1 orang dinyatakan pulang dan 5 diantaranya masih menjalani perawatan.

Salah satu Aktivis Meranti Andi Rahman, S.KM yang juga Demisioner Bendum IPMK2M Pekanbaru menyebutkan bahwa kondisi Kepulauan Meranti ini sudah termasuk dalam kategori Epedemi, yakni penyebaran kasus yang sangat cepat, diantara banyak orang dalam kosentrasi yang lebih tinggi dari biasanya.

"Saya menilai daerah kita, dalam kasus ini (Covid-19) sudah bisa dikatakan Epedemi, dan salah satu solusi pada situasi ini ialah Lockdown dalam satu wilayah, atau disebut PSBB," Kata Andi Rahman.

Lebih lanjut Andi menegaskan bahwa PSBB adalah cara mengatasi penyebaran kasus, belum ada pilihan lain guna menekan percepatan penyebaran.

"Sejauh ini hanya PSBB pilihan kebijakan yang bisa diterapkan oleh Pemerintah guna menekan lajunya penyebaran wabah. Namun ada sisi ekonominya yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah, sebelum menerapkan kebijakan tersebut, itu yang membuat Pemerintah akhirnya dilema," Ujar Andi

Menanggapi wacana kebijakan Pemerintah Pusat untuk berdamai dengan Covid-19, Andi Rahman berpendapat Pemerintah Daerah tidak boleh serta merta mengikuti kebijakan tersebut, sebelum ikhtiar kita untuk menekan penyebaran Covid belum maksimal.

"Wacana Presiden untuk berdamai kita nilai terlalu dini, Pemerintah Daerah tidak boleh serta merta mengikutinya sebelum angka ODP didaerah benar-benar hilang, jika dipaksakan kita bisa mati masal," Tambahnya.

Ia juga menyinggung soal kinerja Tim Satgas Covid Kepulauan Meranti, yang baru-baru ini sempat Viral situasi dipasar Plaza Suka Ramai Selatpanjang, seolah-olah saat ini sedang tidak ada kejadian apapun, tidak adalagi Sosial Distencing dan Pasycal Distencing dipasar tersebut.

"Kita maklumi akan kebutuhan masyarakat di H-2 menjelang Idul Fitri, namun dalam kondisi saat ini kepentingan masyarakat terkait persiapan Idul Fitri suka ataupun tidak harus sedikit kita abaikan, guna kepentingan masyarakat yang lebih besar. Jangan sampai pasar tersebut menjadi salah satu tempat penyebaran wabah, Naudzubillah," Terangnya.

"Tim Satgas Covid Meranti harus hadir disana melihat langsung situasi dipasar, dan harus ada pembatasan-pembatasan aktivitas. Pengawasan disana harus diperketat, jangan pula kita kecolongan sedangkan ditempat lain kita sedang berjuang dengan penerapan PSBB Tertentu  di Desa Bandul Tasik Putri Puyu, tidak sesuai dengan situasi yang kita saksikan di Pasar Suka Ramai tersebut," Tutupnya. (MBS***)
Home