Home
 
 
 
 
Gunung Sinabung Meletus, Senin 10 Agustus 2020, Erupsi 5 Kali Lebih Besar dari Letusan Sebelumnya

Senin, 10/08/2020 - 21:03:14 WIB
Gunung Sinabung meletus lagi Senin 10 Agustus 2020, erupsi 5 kali lebih besar dari letusan sebelumnya.

Warga di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali waspada lantaran Gunung Sinabung terus erupsi pada (8/8/2020) hingga Senin (10/8/2020) pagi.

Telah terjadi sebanyak lima kali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 5 km.

Terakhir Abu vulkanik tersebut membumbung tinggi pada pukul 10.20 WIB.

Bahkan disebut-sebut erupsi Gunung Sinabung pagi ini 5 kali lebih besar dari letusan sebelumnya

Dilansir dari TribunMedan, data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sinabung, pada erupsi ini Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 5.000 meter.

Angka ini, sama dengan 7.460 di atas permukaan laut.

"Benar Sinabung baru saja erupsi, tinggi kolom abu mencapai 5000 meter di atas puncak," ujar pengamat Gunung Sinabung Armen Putra.

Dengan ketinggian kolom abu ini, terdata bahwa erupsi kali ini lebih besar lima kali lipat dari sebelumnya.

Saat ini, di beberapa grup pesan singkat sudah banyak beredar video yang memperlihatkan Gunung Sinabung sedang memuntahkan material vulkaniknya.

Dari beberapa video tersebut, ada yang terdengar jika dari dalam gunung seperti gemuruh.

Bahkan, ada juga sebuah foto yang memperlihatkan jika letusan kali ini terlihat hingga ke Kota Binjai.

Desa Naman Teran Gelap

Warga Desa Naman Teran, Kecamatan Naman Teran, Wanto Sembiring (49) bertutur bahwa desanya gelap saat erupsi terjadi.

"Gelap sekali, serasa malam akibat debu, sampai saat ini lampu rumah tetap dinyalakan," ujar Wanto Sembiring saat dikonfirmasi pada Senin (10/8/2020).

Warga hingga saat ini memilih tinggal di rumah sambil menunggu debu vulkanik habis.

Dari penuturannya, erupsi kali ini lebih besar dari erupsi yang terjadi pada Sabtu (8/8/2020).

"Lebih besar dari yang pertama itu, pada Sabtu (8/8/2020), pokoknya desa kita saat erupsi terasa gelaplah," sambungnya.

Akibat erupsi, warga sekitar tidak berani keluar rumah, sebab debu sudah selimuti Desa Naman Teran.

"Karena erupsi itu, Desa kita ini sempat gelap dan warga tidak berani keluar rumah," sambungnya.
Dia juga menuturkan bahwa kondisi saat ini di desa Naman Teran masih terkendali.

"Kondisi masih aman, tetap terkendali. Para petugas masih tetap waspada dan tetap bersama dengan warga. Aman sampai saat ini," pungkasnya.

Warga berhamburan

Warga yang bermukim di sekitaran Gunung Sinabung berhamburan keluar rumah dan berlari ke tempat aman.

Pantauan Tribun Medan dari video amatir yang berhasil dihimpun, terlihat, warga berlarian keluar rumah.

Sesekali warga melihat ke belakang.

Di langit, terlihat gumpalan abu vulkanik yang dibawa angin bergerak perlahan menutupi wilayah sekitarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, tinggi kolom erupsi Gunung Sinabung mencapai lebih dari 5.000 meter dari puncak Gunung Sinabung atau lebih 7.460 meter dari atas pemukaan laut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pos Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi dan PVMBG, Armen Putra.

Dalam penjelasannya ia mengatakan, erupsi Gunung Sinabung menyebabkan kolom abu yang berwarna coklat gelap dan mengarah timur dan tenggara.

Untuk itu, Armen mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati atau memasuki zona merah Sinabung yang sudah direkomendasikan.

“Untuk warga yang terdampak abu vulkanik letusan Sinabung, kami imbau agar melindungi diri dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Hingga Senin, dari informasi yang berhasil didapat z tingkat kegempaan Gunung Sinabung masih terus meningkat dan berpotensi kembali terjadi erupsi susulan.

Hingga kini, status Gunung Sinabung masih Siaga Level III.

Meletusnya Gunung Sinabung kembali, trending di Twitter.

Para netizen yang berada di dekat lokasi banyak mengunggah foto-foto ataupun video saat erupsi gunung tersebut.

Erupsi pada Sabtu

Sebelumnya, Gunung Sinabung yang berada di Provinsi Sumatera Utara juga mengalami erupsi, Sabtu (8/8/2020) dini hari.

Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM di akun Twitter-nya, @KementerianESDM, erupsi Gunung Sinambung terjadi pada pukul 01.58 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Badan Geologi Kementerian ESDM meminta masyarakat di sekitar lokasi menggunakan masker jika terjadi hujan abu.

Baca: Rumahnya Berhadapan Langsung dengan Gunung Sinabung, Anto Mengenali Gejala Alam Sebelum Erupsi

Selain itu, Badan Geologi juga mengingatkan akan potensi bahaya lahar.

Berikut rilis lengkap dari Badan Geologi Kementerian ESDM sebagaimana dikutip dari akun Twitter Kementerian ESDM:

INFORMASI ERUPSI G. SINABUNG

Telah terjadi erupsi G. Sinabung, Sumatera Utara pada tanggal 08 Agustus 2020 pukul 01:58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 1 jam 44 detik.

Saat ini G. Sinabung berada pada Status *Level III (Siaga)* dgn rekomendasi:

1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dr puncak G.Sinabung Serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah utk mengurangi dmpak kesehatan dr abu vulkanik.

Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

3. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.(Riswan L)

Sumber : tribun Kaltim

Home