Jelang Pilpres di filipina Tujuh orang ditembak mati dan seorang lainnya terluka saat sebuah konvoi kendaraan diserang secara tiba-tiba di Filipina, Senin (9/5/2016). Serangan terjadi beberapa jam sebelum berlangsungnya pem"> Jelang Pilpres di filipina Tujuh orang ditembak mati dan seorang lainnya terluka saat sebuah konvoi kendaraan diserang secara tiba-tiba d" />
Home
 
 
 
 
Philipina Berdarah........Jelang Pilpres, Tujuh Orang Warga Filipina Tewas Ditembak Mati

Senin, 09/05/2016 - 12:23:33 WIB
ZONA RIAU. COM - Filipina - Jelang Pilpres di filipina Tujuh orang ditembak mati dan seorang lainnya terluka saat sebuah konvoi kendaraan diserang secara tiba-tiba di Filipina, Senin (9/5/2016). Serangan terjadi beberapa jam sebelum berlangsungnya pemilihan umum presiden.

Menurut keterangan Kepala Inspektur Jonathan del Rosario, pelaku menembakkan senjata ke arah mobil jeep dan dua sepeda motor di kota Rosario menjelang matahari terbit. Motif serangan belum diketahui.

Namun insiden terjadi di provinsi Cavite, yang sudah diidentifikasi pemerintah Filipina sebagai "kawasan rawan" karena adanya perselisihan beberapa kubu politik. Dalam rangka mengamankan pilpres, pemerintah Filipina telah membentuk sebuah gugus tugas khusus.

Seperti dilansir AFP, gugus tugas ini sebelumnya melaporkan ada 15 orang tewas dalam insiden terkait pemilu sejak awal tahun. Terdapat pula beberapa kasus kekerasan lainnya yang masih ditentukan apakah terkait pemilu atau tidak.

Jutaan warga Filipina akan memberikan suara mereka untuk memilih pemimpin baru, mulai dari presiden hingga ke dewan penasihat kota.

Kekerasan bernuansa politik adalah masalah yang kerap terulang di Filipina, yang diperburuk kelonggaran penegakan hukum dan politik "dinasti," di mana beberapa kubu memiliki pasukan bersenjata masing-masing.

Satu nama yang menjadi sorotan dalam pilpres Filipina adalah Rodrigo Duterte. Pria yang pernah menjadi Wali Kota Davao ini memicu kontroversi karena pernah melontarkan lelucon terkait tragedi pemerkosaan seorang misionaris Australia di Filipina yang terjadi pada 1989.

Duterte juga pernah mengatakan dirinya siap memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Australia jika terpilih menjadi presiden.

Kendati begitu, Duterte adalah calon yang banyak difavoritkan dan memiliki peluang besar untuk memenangkan pilpres.(Tc/Efi)
Home